Ketua BADKO HMI Sulsel Bidang PTKP Desak Kapolri Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR – Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) BADKO HMI Sulawesi Selatan, Muhammad Rafly Tanda, mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis HAM yang dinilai sebagai bentuk teror keji terhadap kebebasan sipil dan suara kritik di negeri ini.

Rafly menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Ia mendesak Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri untuk segera mengungkap secara terang kepada publik siapa pelaku lapangan serta siapa aktor intelektual di balik kejahatan yang diduga kuat terorganisir tersebut.

“BADKO HMI Sulsel mengecam keras tindakan biadab penyiraman air keras ini. Kami mendesak Kapolri untuk segera mengumumkan kepada publik siapa pelaku dan siapa otak intelektual di balik teror ini. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Jika hukum tunduk pada ketakutan, maka yang runtuh bukan hanya rasa aman warga negara, tetapi juga kewibawaan negara hukum,” tegas Rafly.

Baca Juga :  "Melek Untuk Kerbermanfaatan" Ketua Umum HMI Cabang Soppeng Nursandi Ucapkan Dirgahayu Soppeng ke-765

Ia juga menyoroti bahwa dengan segala kemampuan teknologi pengawasan dan perangkat investigasi yang dimiliki aparat penegak hukum saat ini, tidak ada alasan bagi negara untuk gagal mengungkap pelaku.

“Negara ini dipenuhi perangkat pengawasan, kamera, dan kemampuan investigasi modern. Sangat tidak masuk akal jika pelaku tidak segera ditemukan. Kerahkan seluruh kemampuan reserse. Usut sampai ke akar-akarnya, hingga ke dalang utama yang berada di balik kejahatan terorganisir ini,” lanjutnya.

Menurut Rafly, teror semacam ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga upaya membungkam kritik dan melemahkan keberanian masyarakat sipil dalam memperjuangkan keadilan.

Baca Juga :  Dari Mimbar Gereja, Munafri Kobarkan Semangat Keberagaman di Makassar

“Kami para aktivis tidak akan pernah mundur menghadapi teror keji seperti ini. Jika ada pihak yang berpikir air keras bisa membungkam kritik, mereka keliru. Teror seperti ini justru semakin membakar semangat kami untuk terus melawan ketidakadilan dan kedzaliman di negeri ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa publik menunggu keberanian negara untuk menunjukkan bahwa hukum masih berdiri tegak dan tidak tunduk pada kekuatan teror.

“Jika negara lamban dan abai, maka publik berhak bertanya, di mana keberanian negara melindungi warganya? Karena itu kami menuntut pengungkapan kasus ini secara cepat, transparan, dan tanpa kompromi terhadap siapa pun yang terlibat. Yakin Usaha Sampai,” tutup Rafly.

Berita Terkait

May Day yang Tak Terbaca: Dekonstruksi Hak Sosial-Ekonomi
HMI Sulsel Desak Kejati Sulsel Usut Tuntas Dugaan Pungli Pengadaan Alsintan di Soppeng
Pemuda Sangalla’ Bersuara: Tolak Geothermal, Pertahankan Tanah Leluhur
Tanah Masakke Tak Bisa Ditawar: Pemuda Rongkong Tolak Geothermal, Kritik Pemerintah Menguat
PTKP Badko HMI Sulsel Warning Polda Sulsel Soal Maraknya Rokok Ilegal
Wali Kota Makassar Dorong Kader IMM Berdaya, Garap Dua Lorong Urban Farming
“Melek Untuk Kerbermanfaatan” Ketua Umum HMI Cabang Soppeng Nursandi Ucapkan Dirgahayu Soppeng ke-765
Idulfitri sebagai Ruang Simulasi Sosial: Antara Spiritualitas dan Representasi

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:11 WIB

May Day yang Tak Terbaca: Dekonstruksi Hak Sosial-Ekonomi

Senin, 27 April 2026 - 11:45 WIB

HMI Sulsel Desak Kejati Sulsel Usut Tuntas Dugaan Pungli Pengadaan Alsintan di Soppeng

Minggu, 26 April 2026 - 20:40 WIB

Pemuda Sangalla’ Bersuara: Tolak Geothermal, Pertahankan Tanah Leluhur

Minggu, 26 April 2026 - 20:31 WIB

Tanah Masakke Tak Bisa Ditawar: Pemuda Rongkong Tolak Geothermal, Kritik Pemerintah Menguat

Senin, 13 April 2026 - 20:05 WIB

PTKP Badko HMI Sulsel Warning Polda Sulsel Soal Maraknya Rokok Ilegal

Berita Terbaru

Pemuda

May Day yang Tak Terbaca: Dekonstruksi Hak Sosial-Ekonomi

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:11 WIB