Hierarkinews, MAROS – Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas dan profesionalitas para operator dalam pengelolaan data kesejahteraan sosial. Data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan fondasi utama dalam penyaluran program bantuan sosial yang tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, menegaskan bahwa profesionalitas operator SIKS-NG memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas data masyarakat miskin dan rentan miskin. Menurutnya, operator tidak hanya bertugas menginput data, tetapi juga bertanggung jawab menjaga validitas, akurasi, serta integritas informasi yang menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah.
“Operator SIKS-NG harus bekerja secara profesional, teliti, dan berintegritas. Data yang dikelola bukan sekadar angka, melainkan representasi kondisi riil masyarakat yang menjadi dasar penentuan berbagai program perlindungan sosial. Karena itu, setiap proses pemutakhiran data harus dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, sekaligus membuka acara secara resmi, yang menekankan bahwa pengabdian di bidang kesejahteraan sosial merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan yang harus dijalankan secara profesional. Ia menyampaikan bahwa pekerja sosial, pendamping sosial, maupun operator data memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, pengabdian pekerja sosial bukan hanya sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi merupakan wujud kepedulian dan komitmen dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, profesionalitas, etika kerja, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi aspek penting dalam mendukung pelayanan sosial yang efektif dan berkelanjutan.
“Kita semua yang terlibat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah pelayan masyarakat. Pengabdian ini harus dijalankan dengan profesional, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, sehingga manfaat program-program sosial dapat dirasakan secara optimal oleh mereka yang berhak,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, hadir sebagai narasumber Yudhi Abdi Wibowo, yang juga merupakan ketua LPPM STIA Abdul Haris Makassar, yang membawakan materi mengenai Single Window Service. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa konsep Single Window Service merupakan pendekatan pelayanan yang mengintegrasikan berbagai layanan dan sumber data dalam satu sistem yang terkoordinasi, sehingga proses pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.
Ia menekankan bahwa penerapan konsep tersebut sejalan dengan upaya transformasi digital dalam pelayanan publik, termasuk dalam pengelolaan data kesejahteraan sosial. Melalui integrasi data dan layanan, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, mempercepat proses verifikasi dan validasi data, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan Bimtek ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi operator SIKS-NG sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola data kesejahteraan sosial yang akurat, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Juni 2026 bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Maros. Yang dihadiri oleh Operator Siks-NG Desa Dan Kelurahan, Operator Kabupaten, Operator Palayanan Data Dinas Sosial yang bertugas di MPP.











