Riset Advokasi HMI Sulsel: BPKP Tegaskan Pengawasan Berdasarkan Kewenangan, Dukungan Penyempurnaan Tata Kelola PSN

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR — Tim Advokasi Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan melanjutkan rangkaian Pemetaan Stakeholder dan Audiensi dengan melakukan kunjungan ke BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (28/7/2026).

Audiensi tersebut menjadi bagian dari proses penghimpunan data dan perspektif kelembagaan menuju pelaksanaan Riset Advokasi Publik yang mengkaji tata kelola Program Strategis Nasional (PSN), khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Audiensi diterima langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan, Mardianto Arif Rakhmadi, didampingi Kepala Bagian Umum Susan Prasetya serta Koordinator Pengawasan Bidang Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, Nugroho Sri Danardono.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Perwakilan BPKP Sulsel mengapresiasi langkah Tim Advokasi BADKO HMI Sulsel yang mengedepankan pendekatan riset dalam mengawal kebijakan publik.

Menurutnya, Program Strategis Nasional yang digagas pemerintah melalui Asta Cita memiliki tujuan besar dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, dan mendorong pembangunan nasional. Namun, pelaksanaannya masih memerlukan penyempurnaan agar berjalan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kami mengapresiasi semangat advokasi yang dilakukan HMI Sulsel dalam mengawal berbagai isu kebijakan publik. Program Strategis Nasional memiliki tujuan yang baik, namun pelaksanaannya masih memerlukan berbagai pembenahan agar tata kelolanya semakin baik,” ujar Mardianto.

Ia menjelaskan bahwa BPKP melaksanakan fungsi pengawasan sesuai kewenangan yang diatur dalam regulasi. Dalam pelaksanaan MBG maupun KDMP, BPKP bekerja berdasarkan penugasan, melakukan evaluasi sesuai ruang lingkup kewenangan, kemudian menyampaikan hasilnya kepada pemerintah pusat sebagai bahan perbaikan tata kelola.

Baca Juga :  Wali Kota: Seleksi JPT Pratama Harus Hasilkan Pejabat Berkapabilitas dan Berintegritas

Mardianto menegaskan bahwa hasil pengawasan BPKP memiliki ketentuan mengenai informasi yang dikecualikan sehingga tidak seluruh data dapat disampaikan kepada publik. Meski demikian, BPKP membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, untuk mendiskusikan hasil riset maupun rekomendasi kebijakan.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat keterlibatan pemerintah daerah dalam implementasi Program Strategis Nasional.

“Pemerintah daerah di setiap sektor memiliki fungsi yang penting dalam pengawasan. Jika peran tersebut dinilai belum optimal, tentu hal itu dapat menjadi bahan kajian dan diskusi bersama untuk memperkuat tata kelola program,” katanya.

Selain itu, Mardianto menegaskan bahwa pembenahan tata kelola tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Peran masyarakat luas juga sangat penting dalam mendorong pembenahan tata kelola. Partisipasi publik akan memperkuat fungsi pengawasan sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih akuntabel, transparan, dan tepat sasaran,” tambahnya.

HMI: Riset Untuk Merumuskan Solusi Kebijakan

Ketua Bidang Perlindungan HAM BADKO HMI Sulsel, Iwan Mazkrib, menyampaikan bahwa audiensi dengan BPKP merupakan bagian dari tahapan Riset Advokasi Publik yang bertujuan menghimpun perspektif berbagai lembaga negara sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan nasional.

Menurutnya, HMI Sulsel memandang berbagai dinamika pelaksanaan Program Strategis Nasional harus disikapi secara objektif dengan mengedepankan solusi, bukan sekadar kritik.

Baca Juga :  Pemkot Makassar Siap Transformasi BUMD, Wali Kota Studi ke Jakpro

“Kami ingin menghimpun seluruh pandangan stakeholder agar rekomendasi yang disusun benar-benar berbasis data, pengalaman lapangan, dan perspektif kelembagaan. Tujuannya adalah menghadirkan solusi untuk penyempurnaan tata kelola Program Strategis Nasional,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, koordinasi dengan BPKP dilakukan karena lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam pengawasan intern pemerintah dan pembangunan. Seluruh masukan dari berbagai institusi akan dikonsolidasikan menjadi rekomendasi daerah yang selanjutnya dibawa dalam forum nasional.

Menuju Rekomendasi Nasional

Audiensi bersama BPKP Sulawesi Selatan merupakan bagian dari rangkaian Agenda Advokasi Publik BADKO HMI Sulsel, yang meliputi Diskusi dan Pengumpulan Data, Aksi Jilid I, Aksi Jilid II, Pengaduan Advokasi Publik, Aksi Jilid III, Pemetaan Stakeholder dan Audiensi, Riset Advokasi Publik, Forum Advokasi Publik, hingga Rapat Dengar Pendapat (RDP) Nasional.

Seluruh hasil audiensi akan dikonsolidasikan menjadi rekomendasi daerah untuk disampaikan dalam agenda nasional sebagai kontribusi terhadap penyempurnaan pelaksanaan Program Strategis Nasional.

Riset Advokasi Publik BADKO HMI Sulsel dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026, di Ballroom Hotel Ramayana Makassar.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua Bidang Perlindungan HAM, Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat, dan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi BADKO HMI Sulsel.

Melalui agenda ini, HMI Sulsel menegaskan komitmennya untuk membangun pengawasan kebijakan publik yang berbasis data, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Berita Terkait

NASMEDIA Sambut 1 Dekade dengan Gerakan Peduli Literasi, Dapat Dukungan Sekretaris Camat Panakkukang
Hadir di LKK Tingkat Nasional Maktim, Betty Epsilon Idroos Apresiasi Fokus Kajian Perempuan dalam Politik dan Demokrasi
Karang Taruna Kecamatan Panakkukang Gelar Aksi “Peduli Lingkungan”, Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan
Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026
Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026
Rembuk Pendidikan HMI Sulsel: Guru, Kepsek, Moral Siswa hingga Pangadakkang Jadi Sorotan
Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat
Appi Tekankan Kepala Sekolah Harus Adaptif, Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:15 WIB

NASMEDIA Sambut 1 Dekade dengan Gerakan Peduli Literasi, Dapat Dukungan Sekretaris Camat Panakkukang

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Hadir di LKK Tingkat Nasional Maktim, Betty Epsilon Idroos Apresiasi Fokus Kajian Perempuan dalam Politik dan Demokrasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Karang Taruna Kecamatan Panakkukang Gelar Aksi “Peduli Lingkungan”, Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

Berita Terbaru