Aliyah Mustika Ilham Tinjau Pengelolaan Sampah Modern, Perkuat Komitmen Makassar Jadi Kota Bersih

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, DENPASAR – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, melakukan kunjungan sekaligus konsultasi ke PT Enviro Mas Sejahtera di Denpasar, Bali, Minggu (5/7/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Kantor PT Enviro Mas Sejahtera, Jalan Kusuma Bangsa No. 3, Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, ini bertujuan mempelajari berbagai inovasi, teknologi, serta sistem pengelolaan sampah yang diterapkan perusahaan tersebut sebagai referensi dalam pengembangan tata kelola persampahan di Kota Makassar.

Dalam kunjungan tersebut, Aliyah Mustika Ilham didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman. Kehadiran keduanya menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam mencari solusi inovatif guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Rombongan menerima pemaparan langsung dari Direktur PT Enviro Mas Sejahtera sekaligus pencipta teknologi SOMYA Digester, Agung Ngurah Panji Astika, mengenai sistem pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang mampu mengolah sampah organik secara cepat, efisien, dan berkelanjutan.

Aliyah Mustika Ilham mengatakan, persoalan sampah merupakan salah satu isu strategis yang membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus membuka ruang belajar dari berbagai daerah maupun mitra yang telah berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah secara efektif.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Makassar untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan sampah. Kami berharap berbagai inovasi yang diperoleh dapat menjadi referensi sekaligus bahan evaluasi dalam memperkuat sistem pengelolaan persampahan di Kota Makassar sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, menilai teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi dipisahkan dari upaya penyelesaian persoalan sampah di Kota Makassar.

Baca Juga :  Pemkot-Kemensos Perkuat Sinergi, Makassar Siap Jadi Pilot Project Panti Sosial Bermutu

Menurut Helmy, kondisi persampahan di Makassar sudah menjadi perhatian serius sehingga pemerintah membutuhkan berbagai inovasi yang mampu mempercepat penanganan sampah, khususnya sampah organik yang mendominasi timbulan sampah di kota ini.

“Persoalan sampah sudah menjadi kondisi darurat, termasuk di Makassar. Karena itu kita membutuhkan banyak teknologi dan berharap teknologi SOMYA ini nantinya juga dapat hadir di Makassar. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada Bapak Wali Kota bersama Tim Percepatan Pembangunan Daerah sebagai bahan pertimbangan untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar,” kata Helmy.

Ia menjelaskan, sekitar 56 hingga hampir 60 persen timbulan sampah di Makassar merupakan sampah organik yang membutuhkan penanganan berbasis teknologi.

“Kalau seluruh persoalan sampah tidak diselesaikan dengan teknologi, tentu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena itu kami terus mencari berbagai inovasi yang dapat mempercepat penyelesaiannya,” jelasnya.

Helmy juga mengungkapkan bahwa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Makassar saat ini masih menggunakan sistem open dumping. Pemerintah Kota Makassar bahkan telah menerima sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kini tengah melakukan berbagai pembenahan.

“Insyaallah tahun ini kami terus melakukan perbaikan. Mudah-mudahan pada Agustus nanti sistem open dumping dapat ditutup sepenuhnya. Ke depan TPA hanya menerima sampah residu, sedangkan sampah organik akan diolah sejak dari sumber melalui pemilahan dan pengolahan yang lebih baik. Karena itu teknologi seperti SOMYA menjadi salah satu solusi yang sangat menarik untuk dipelajari,” tambahnya.

Di sisi lain, Direktur PT Enviro Mas Sejahtera, Agung Ngurah Panji Astika, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Kota Makassar. Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya menjadi tantangan di Bali, tetapi hampir di seluruh daerah di Indonesia sehingga dibutuhkan teknologi yang mampu menjawab tantangan tersebut.

Baca Juga :  Berikan Hak Suara, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Pentingnya Partisipasi Warga di Pemilihan RT

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ibu Wakil Wali Kota Makassar beserta jajaran. Harapan kami, teknologi SOMYA tidak hanya digunakan di Bali, tetapi juga dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Apalagi pemerintah telah mendorong penghentian sistem open dumping, sehingga daerah membutuhkan teknologi yang mampu menyelesaikan persoalan sampah secara cepat dan efektif,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, SOMYA Digester memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan metode pengolahan sampah konvensional. Mesin tersebut mampu mengolah sampah organik menjadi kompos hanya dalam waktu 4 hingga 8 jam, sementara metode komposting biasa membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan.

“Teknologi ini juga mampu mereduksi volume sampah hingga hampir 90 persen. Dari 100 kilogram sampah yang masuk, hanya tersisa sekitar 10 kilogram hasil olahan. Selain itu, prosesnya tidak menggunakan pembakaran sehingga tidak menghasilkan emisi karbon, tidak menimbulkan gas metana maupun hidrogen sulfida penyebab bau,” jelasnya.

Agung menambahkan, SOMYA Digester telah dilengkapi teknologi Human Machine Interface (HMI) berbasis layar sentuh sehingga mudah dioperasikan layaknya menggunakan mesin cuci. Selain itu, mesin ini tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga dapat dipasang di hotel, restoran, rumah sakit, kawasan komersial, maupun berbagai fasilitas publik lainnya.

“Keunggulan lainnya, mesin ini dapat ditempatkan langsung di lokasi sumber sampah sehingga pengolahan dapat dilakukan sejak dari sumbernya. Inilah yang kami harapkan dapat menjadi solusi bagi kota-kota di Indonesia dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan,” tutup Agung.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat memperkuat kerja sama dengan PT Enviro Mas Sejahtera sekaligus mengadopsi berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah guna meningkatkan kualitas layanan persampahan, mengurangi dampak lingkungan, serta mempercepat terwujudnya Makassar sebagai kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang modern dan terpadu.

Berita Terkait

Tak Sekadar Terima Laporan, Appi Turun Langsung Cek Aliran Air PDAM di Permukiman Warga
Kadis Kominfo Makassar Paparkan Keunggulan LONTARA+ di Forum Komdigi, Rakernas APEKSI 2026
Munafri-Aliyah Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri ICE APEKSI 2026, Perkuat Kolaborasi dan Promosikan Potensi Makassar
Rakernas APEKSI 2026 Dibuka, Wamendagri Apresiasi Inovasi Pertumbuhan PAD Tingkat Kota
Masuk Daftar Best Place to Invest, Munafri Paparkan Makassar sebagai Pusat Pertumbuhan Indonesia Timur
Pemkot Makassar dan BPS Perkuat Komitmen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, 934 Petugas Diterjunkan
Wali Kota Makassar Matangkan Kesiapan IGS Diplomatic Tour 2026 Bersama Forkopimda dan Kemenlu RI

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Tak Sekadar Terima Laporan, Appi Turun Langsung Cek Aliran Air PDAM di Permukiman Warga

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:02 WIB

Kadis Kominfo Makassar Paparkan Keunggulan LONTARA+ di Forum Komdigi, Rakernas APEKSI 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:57 WIB

Munafri-Aliyah Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:34 WIB

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri ICE APEKSI 2026, Perkuat Kolaborasi dan Promosikan Potensi Makassar

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:10 WIB

Rakernas APEKSI 2026 Dibuka, Wamendagri Apresiasi Inovasi Pertumbuhan PAD Tingkat Kota

Berita Terbaru