Hierarkinews, SOPPENG – Komunitas Rebex yang berdiri sejak tahun 1988 menggelar Reuni Akbar dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-38 di Gedung Pertemuan Kelurahan Galung, Kecamatan Liliriaja, Rabu malam (25/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi, Lurah Galung, Bhabinkamtibmas, Babinsa, generasi Rebex lintas angkatan, tokoh masyarakat, serta dimeriahkan oleh penampilan Band Komunitas Rebex. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat solidaritas antar generasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahan tari dari siswa SMKN 3 Soppeng yang menambah semarak suasana.
Ketua Panitia, Rusmadi, S.IP., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan kekeluargaan antar anggota komunitas serta menjaga solidaritas yang telah terbangun selama puluhan tahun.
“Acara ini tidak lepas dari kerja keras seluruh panitia dan dukungan berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan,” ujar Rusmadi.
Ia juga menegaskan bahwa komunitas Rebex tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, yakni sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi.
Selain pertunjukan seni, acara juga diisi dengan ceramah agama serta prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, kemakmuran, dan kebersamaan.
Perwakilan Dewan Senior Rebex, Mursidin, S.Pd., menyampaikan harapannya agar generasi penerus mampu menjaga eksistensi komunitas sekaligus mengembangkan program-program yang berorientasi pada kegiatan kemanusiaan.
Seluruh generasi Rebex yang hadir pun menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, khususnya di wilayah Kecamatan Liliriaja.
Dalam sambutannya, Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi mengapresiasi tema kegiatan, “Satu Dalam Kebersamaan, Solid untuk Masa Depan,” yang dinilai relevan dalam memperkuat peran generasi muda.
“Rebex telah berdiri sejak 1988. Dengan usia yang matang, tunjukkan bahwa kalian adalah generasi yang mampu menjawab tantangan zaman. Solidaritas tidak boleh berhenti pada nostalgia, tetapi harus menjadi modal utama untuk terus berkembang dan menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mampu menjembatani komunikasi antara generasi senior dan junior, sehingga nilai-nilai positif dapat terus diwariskan.
“Jadikan setiap langkah sebagai teladan agar komunitas Rebex selalu dikenang dengan kontribusi yang baik di masa depan,” pungkasnya. (*)










