Hierarkinews, MAROS – Upaya penguatan Kader Posyandu dalam Pencegahan dan penanganan Stunting, terus dilakukan. Ini terlihat dari kegiatan yang dilakukan oleh Madani Sahitya Indonesia, yang melaksanaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu, Dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting, serta Training Of Trainer (TOT) Pemanfaatan Lahan Pekarangan Menjadi Apotik Hidup. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (08/05/26), Di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.
Fitriani Syamsuar, S.Pd, Selaku Sekretaris I Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Kader PKK mempunyai peran besar dalam mendorong perilaku hidup sehat di masyarakat dengan mengoptimalkan Lahan pekarangan keluarga yang dijadikan sebagai media apotik hidup, sehingga dapat menyediakan tanaman herbal sebagai pendukung dalam pencegahan stunting.
Dalam pemaparan selanjutnya, Yudhi Abdi Wibowo, M.Tr A.P, Selaku direktur Madani Sahitya Indonesia menyampaikan bahwa, sangat penting kolaborasi lintas sektor dalam melakukan Pencegahan stunting.
Stunting adalah isu multi dimensi, diperlukan patusipasi aktif, seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, tutup Yudhi AW, yang juga seorang akademisi.
Hasmawati, S.Kep., M.Kes Selaku Kepala Bagian Kesehatan Masyarakat, yang hadir bersama Tim Kerja Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kegiatan ini. Ia menekankan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi seluruh komponen masyarakat.
“Stunting harus dicegah sejak dini dan membutuhkan kerja bersama. Kader posyandu adalah ujung tombak di lapangan, sehingga pelatihan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas mereka,” ungkapnya.
Kegiatan ini, di Akhiri dengan melatih peserta bagaimana membuat media tanam dengan bahan alternatif yang di dampingi oleh, Nurhadi, SP danTim yang merupakan seorang praktisi pertanian.
Kegiatan ini dihadiri oleh, Bidan Desa Se-Kecamatan Tanralili, Ketua Kader Posyandu Se-Kecamatan Tanralili, Tokoh Masyarakat, Organisasi Masyarakat Sipil, Tokoh Perempuan, dan Elemen Masyarakat.










