TP PKK Makassar Sukses Bagikan Kotak Makan Gratis Pada Siswa SMP Lewat Kampanye Stop Boros Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR – TP PKK Kota Makassar sukses menggelar kampanye Stop Boros Pangan melalui kegiatan sosialisasi sekaligus pembagian kotak makan gratis kepada ratusan siswa SMP dalam program Goes to School yang dilaksanakan di enam sekolah di Kota Makassar.

Kegiatan tersebut digelar di SMP Negeri 11 Makassar, SMP Negeri 53 Makassar, SMP Negeri 4 Makassar, SMP Negeri 32 Makassar, SMP Negeri 55 Makassar, dan SMP Negeri 20 Makassar. Sebanyak 600 siswa-siswi menjadi sasaran dalam kegiatan edukasi sekaligus pembagian kotak makan tersebut.

Program ini merupakan bagian dari inovasi baru TP PKK Kota Makassar pada tahun ini melalui pelaksanaan Goes to School di setiap Pokja. Kali ini, kegiatan dijalankan oleh Pokja III yang memang berfokus pada bidang pangan.

Ketua Bidang III TP PKK Kota Makassar, Prof. Khadijah Mahyuddin mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu inisiatif Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam menghadirkan program yang menyentuh pelajar.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif Ibu Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, agar kita tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata. Kami ingin anak-anak memahami pentingnya menghargai makanan dan tidak membuang makanan yang masih bisa dikonsumsi,” ujarnya saat menutup kegiatan di SMP Negeri 20 Makassar, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga :  Dari Kota Makassar, Doa untuk Indonesia Aman dan Damai

Ia menjelaskan bahwa persoalan sampah makanan saat ini menjadi perhatian bersama, terutama di lingkungan sekolah yang kini menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prof. Khadijah menyampaikan bahwa di sejumlah sekolah masih ditemukan kondisi di mana siswa belum menghabiskan makanan yang diterima dari program MBG, sementara wadah makanan yang digunakan tidak dapat dibawa pulang.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan makanan tersisa dan akhirnya terbuang begitu saja apabila tidak dikelola dengan baik.

“Karena itu TP PKK hadir memberikan solusi melalui pembagian kotak makan. Jika makanan belum habis, anak-anak bisa membawanya pulang dan mengonsumsinya kembali sehingga tidak ada makanan yang terbuang,” tambahnya.

Selain pembagian kotak makan, dalam kampanye tersebut, TP PKK Kota Makassar juga menghadirkan sejumlah pemateri dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar dan Komunitas Artani untuk memberikan materi kepada para siswa terkait pentingnya mengurangi pemborosan pangan, mengelola sampah organik.

Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai cara pengolahan sampah organik, mulai dari pembuatan kompos, pemanfaatan biopori, hingga pengolahan menggunakan maggot yang dapat membantu mengurai sampah organik lebih cepat.

Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Dr. Erieka Novianti, mengatakan edukasi pengelolaan sampah, khususnya sampah pangan, perlu diberikan sejak dini agar anak-anak terbiasa menghargai makanan dan peduli terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Wali Kota Munafri Terima Aspirasi Buruh FSPMI, Akan Libatkan Bahas Kenaikan UMK 2026

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menghabiskan makanan sesuai porsi serta memilah sampah dapat membentuk perilaku positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa sisa makanan yang dibuang sembarangan dapat berdampak pada lingkungan. Karena itu, melalui edukasi ini kami berharap lahir kebiasaan baik untuk lebih bijak mengelola makanan dan mengurangi sampah pangan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa, 12 Mei lalu, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Goes to School Gerakan Stop Boros Pangan tersebut.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program ini dihadirkan sebagai bentuk upaya membangun kesadaran generasi muda agar lebih menghargai makanan dan memahami pentingnya menjaga ketahanan pangan sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak memiliki kebiasaan yang baik sejak sekarang, mulai dari menghargai makanan, tidak menyisakan makanan secara berlebihan, hingga memahami bahwa setiap makanan memiliki nilai dan proses panjang sebelum sampai ke meja makan. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi yang lebih peduli terhadap pangan dan lingkungan,” ujarnya.

Berita Terkait

Dosen dan Mahasiswa KKN STIA Abdul Haris Makassar Latih Aparatur Desa Bonto Bunga Susun SOP Pelayanan Publik
Munafri-Aliyah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Maulid Akbar Pesisir di Paotere
Aliyah Mustika Ilham Hadiri GATF GUTF 2026, Makassar Perkuat Posisi sebagai Gerbang Pariwisata Indonesia Timur
Munafri Buka Makassar Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja, Awasi Kebersihan
Satu-satunya dari Sulsel, Munafri Diganjar Penghargaan Inovasi Pemimpin Daerah Award 2026
Wali Kota Makassar Paparkan Inovasi MCH di Kompas TV, Dorong Anak Muda Makassar Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
Merdeka Bermimpi, Berani Berkarya: Sambung Tangan Rayakan Semangat Kemerdekaan Bersama Anak Binaan LPKA Kelas II Maros

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:11 WIB

Dosen dan Mahasiswa KKN STIA Abdul Haris Makassar Latih Aparatur Desa Bonto Bunga Susun SOP Pelayanan Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Munafri-Aliyah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Maulid Akbar Pesisir di Paotere

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Aliyah Mustika Ilham Hadiri GATF GUTF 2026, Makassar Perkuat Posisi sebagai Gerbang Pariwisata Indonesia Timur

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Munafri Buka Makassar Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Satu-satunya dari Sulsel, Munafri Diganjar Penghargaan Inovasi Pemimpin Daerah Award 2026

Berita Terbaru