Diskusi Publik: Budaya Pop dan Tradisi: Ruang Publik sebagai Titik Temu Generasi Z di Kabupaten Maros

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR — Sebuah diskusi publik bertema “Budaya Pop dan Tradisi: Ruang Publik sebagai Titik Temu Generasi Z di Kabupaten Maros” digelar sebagai wadah pertukaran gagasan mengenai dinamika budaya anak muda dan pelestarian tradisi lokal. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu akademisi Yudhi Abdi Wibowo dan penggiat budaya generasi Z Muhammad Taufiq Hidayat.

Acara yang berlangsung dengan antusias tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk memahami bagaimana budaya pop dapat berdampingan dengan nilai-nilai tradisi lokal.

Dalam pemaparannya, Yudhi Abdi Wibowo menekankan pentingnya ruang publik sebagai area interaksi yang inklusif.

Baca Juga :  Satu Tahun MULIA: Perspektif Akademisi Unhas Ungkap Dinamika Sosial dan Kemajuan Pembangunan Makassar

“Ruang publik bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga arena pembentukan identitas budaya. Generasi Z perlu didorong untuk menjadikan budaya pop sebagai pintu masuk memahami tradisi,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Taufiq Hidayat mengatakan bahwa Generasi Z tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Sehingga dari kecakapan dalam akses digital itu Gen Z diharapkan selalu terlibat aktif dalam mengisi ruang-ruang publik di era modernisasi sebagai salah satu bagian dalam menata arah kebijakan dan perkembangan budaya akhir-akhir ini,” Jelasnya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dr. Asrianto, S.E., M.M., selaku ketua pengusul kegiatan. Ia menegaskan bahwa diskusi publik semacam ini penting untuk memperkuat kesadaran budaya di tengah perkembangan global.

Baca Juga :  Jadi Narasumber di Workshop Muslimat NU, Munafri Dorong Penguatan Keluarga Cegah Kekerasan Anak

“Kita ingin membuka ruang dialog yang sehat antara tradisi dan budaya pop agar keduanya tidak saling menghapus, tetapi saling menguatkan,” kata Dr. Asrianto.

Diskusi publik tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk merancang program-program kebudayaan yang lebih dekat dengan anak muda serta menghidupkan ruang publik sebagai pusat kegiatan kreatif di Kabupaten Maros.

Kegiatan ini dilaksanakan di warkop Salewangang, Kabupaten Maros, 11 Maret 2026. Dan di hadiri oleh Unsur Pemuda di Kabupaten Maros.

Berita Terkait

NASMEDIA Sambut 1 Dekade dengan Gerakan Peduli Literasi, Dapat Dukungan Sekretaris Camat Panakkukang
Hadir di LKK Tingkat Nasional Maktim, Betty Epsilon Idroos Apresiasi Fokus Kajian Perempuan dalam Politik dan Demokrasi
Karang Taruna Kecamatan Panakkukang Gelar Aksi “Peduli Lingkungan”, Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan
Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026
Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026
Rembuk Pendidikan HMI Sulsel: Guru, Kepsek, Moral Siswa hingga Pangadakkang Jadi Sorotan
Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat
Appi Tekankan Kepala Sekolah Harus Adaptif, Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:15 WIB

NASMEDIA Sambut 1 Dekade dengan Gerakan Peduli Literasi, Dapat Dukungan Sekretaris Camat Panakkukang

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Hadir di LKK Tingkat Nasional Maktim, Betty Epsilon Idroos Apresiasi Fokus Kajian Perempuan dalam Politik dan Demokrasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Karang Taruna Kecamatan Panakkukang Gelar Aksi “Peduli Lingkungan”, Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

Berita Terbaru