Wali Kota Munafri Resmi Tutup Retret Lurah se-Kota Makassar 2025 di Malino

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, GOWA – Setelah tiga hari menjalani pembinaan intensif, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin secara resmi menutup kegiatan Retret Lurah se-Kota Makassar yang digelar di Malino, Kabupaten Gowa, Sabtu malam (11/10/2025).

Acara penutupan berlangsung hangat dan penuh semangat, dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Andi Zulkifli Nanda, para staf ahli, asisten, kepala SKPD, camat, serta 153 lurah dari seluruh wilayah Makassar.

Kegiatan retret ini telah berlangsung sejak 10 hingga 12 Oktober 2025, berisi agenda padat mulai dari pendalaman materi, penguatan kapasitas kepemimpinan, peningkatan kerja sama tim, hingga studi lapangan.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian transformasi kapasitas aparatur kelurahan, yang sebelumnya telah diawali dengan pembukaan di Balai Kota, pelatihan teknis bersama LAN RI, hingga kunjungan studi layanan publik.

Dalam arahannya, Munafri menekankan bahwa posisi lurah memiliki peranan vital dalam menjalankan visi dan misi Pemkot Makassar.

“Lurah adalah garda terdepan. Merekalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan menjadi wajah pemerintah di lapangan,” tegasnya.

Politisi Golkar itu mengingatkan agar para lurah memahami secara utuh tujuh program unggulan Pemkot Makassar, sekaligus memperkuat sektor-sektor yang menjadi kebutuhan dasar warga, seperti pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, dan pertanian lahan sempit.

Baca Juga :  Pesta Rakyat Rappocini, Munafri Ingatkan Pentingnya Jaga Saluran Air Cegah Banjir

“Semua bermuara di kelurahan. Jadi tolong dijaga dan dikawal betul,” jelas Munafri dalam arahannya.

Lebih lanjut, penekanan khusus juga diberikan pada masalah kebersihan kota. Orang nomor satu kota Makassar itu menegaskan, lurah harus menjadi motor penggerak dalam menjaga lingkungan.

Terutama pada musim penghujan yang sering menyebabkan genangan akibat saluran tersumbat.

“Jangan ada lagi sebutan Makassar kota jorok,” ucapnya dengan nada tegas.

Ia meminta setiap lurah memastikan warganya menerapkan pemisahan sampah organik dan non-organik, serta mengedukasi pelaku UMKM agar turut menjaga kebersihan area usaha mereka.

“Modalnya cuma dua ember. Kalau bisa dikelola dengan benar, maka tidak ada lagi tumpukan sampah,” tambahnya.

Munafri juga menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, yang menurutnya bukan hanya soal kebersihan, tapi juga peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya mau di RT dan RW itu sistem pengelolaan sampahnya terintegrasi. Harus ada teba, biopori, maggot, dan eco-enzyme,” tuturnya.

Selain kebersihan, mantan Bos PSM itu menegaskan kondisi sejumlah UMKM kuliner yang masih beroperasi di atas got atau saluran air. Dia menginstruksikan seluruh lurah untuk menertibkan dan membina para pelaku usaha tersebut agar lebih tertib dan higienis.

“Semua pelaku UMKM kuliner harus punya Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Jangan lagi berjualan di atas got. Bagaimana dagangannya mau laku kalau tempatnya saja tidak layak,” tegasnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Ulama dan Umara, Jalan Menuju Makassar Maju dan Beradab

Dalam kesempatan itu, Munafri juga menekankan pentingnya inovasi di tingkat kelurahan. Menurutnya, lurah harus kreatif mencari solusi dan menghadirkan ide yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

” Bangun komunikasi yang solutif dengan warga. Pastikan kamtibmas di wilayah masing-masing tetap terkendali. Jangan sampai ada kejadian di lapangan yang Bapak-Ibu tahu belakangan dari kami,” ujarnya mengingatkan.

Menutup arahannya, Munafri berpesan agar seluruh lurah menjaga amanah jabatan yang diemban dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab.

“Jabatan ini bukan sekadar posisi, tapi amanah. Mari bekerja dengan hati, karena hasilnya akan kembali kepada masyarakat yang kita layani,” tutupnya disambut tepuk tangan seluruh peserta retret.

Diketahui, orang nomor satu kota Makassar itu hadir langsung di Malino menggunakan tunggangan kenderaan roda dua, menembus jalan berkelok di antara pepohonan pinus dan udara sejuk yang menyapa wajah, menjadi sensasi seperti ajang pecinta touring motor.

Apalagi Malino, kawasan wisata pegunungan di Kabupaten Gowa, memang selalu punya magnet kuat bagi siapa pun yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota.

Berita Terkait

Munafri-Aliyah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Maulid Akbar Pesisir di Paotere
Aliyah Mustika Ilham Hadiri GATF GUTF 2026, Makassar Perkuat Posisi sebagai Gerbang Pariwisata Indonesia Timur
Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja, Awasi Kebersihan
Satu-satunya dari Sulsel, Munafri Diganjar Penghargaan Inovasi Pemimpin Daerah Award 2026
Wali Kota Makassar Paparkan Inovasi MCH di Kompas TV, Dorong Anak Muda Makassar Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
Munafri Paparkan Inovasi Digital di TV Nasional, Lontara Plus Jadi Jembatan Pemerintah dan Warga
HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Luncurkan Program “Merdeka dalam Genggaman
Jelajah Sampah Titik ke-14, Appi-Melinda Ajak Warga Pilah Sampah sebagai Gerakan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Munafri-Aliyah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Maulid Akbar Pesisir di Paotere

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Aliyah Mustika Ilham Hadiri GATF GUTF 2026, Makassar Perkuat Posisi sebagai Gerbang Pariwisata Indonesia Timur

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Satu-satunya dari Sulsel, Munafri Diganjar Penghargaan Inovasi Pemimpin Daerah Award 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Wali Kota Makassar Paparkan Inovasi MCH di Kompas TV, Dorong Anak Muda Makassar Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Munafri Paparkan Inovasi Digital di TV Nasional, Lontara Plus Jadi Jembatan Pemerintah dan Warga

Berita Terbaru