Tak Kenal Libur, BPBD Makassar Bersihkan Tumpukan Sampah di Kanal Kandea

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kali ini, upaya pengendalian sampah dengan melakukan pembersihan kotoran yang mengapung di Kanal Kandea, Kecamatan Tallo, Selasa (16/6/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan pihaknya menerjunkan personel bersama armada perahu untuk mengangkut sampah yang mengapung di sepanjang kanal.

Menurutnya, BPBD tidak hanya fokus pada penanganan kebencanaan saat terjadi kondisi darurat, tetapi juga aktif melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan, termasuk membantu pemerintah kecamatan dalam menjaga kebersihan kanal.

“Personel kami turun langsung menggunakan perahu untuk mengangkut sampah yang menumpuk dan mengapung di sepanjang aliran kanal,” ujar Fadli.

BPBD bersama tim gabungan Kecamatan, melakukan pembersihan di sepanjang aliran kanal mulai dari depan Perumahan Grand Apple hingga kawasan SD di Jalan Al-Markaz.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan saluran air dan mencegah penyumbatan yang berpotensi menganggu estetika kota.

“Kami bergerak sesuai arahan pimpinan (Bapak Wali Kota), sehingga BPBD membantu kecamatan melakukan pembersihan kanal,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sampah yang ditemukan di lokasi didominasi sampah rumah tangga yang terbawa arus dari wilayah aliran kanal, hulu Bontoala menuju hilir di Tallo.

Baca Juga :  Wali Kota Appi Harap GMKI Jadi Pilar Toleransi dan Kemanusiaan

Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan di sejumlah titik kanal yang berada di kawasan perbatasan Kecamatan Bontoala dan Kecamatan Tallo.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPBD menerjunkan sekitar 20 personel Tim Reaksi Cepat (TRC), meskipun bertepatan dengan hari libur. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga fungsi kanal sebagai saluran drainase utama kota.

“Meski hari libur, personel tetap kami siagakan. Sekitar 20 anggota Tim Reaksi Cepat turun langsung ke lapangan untuk membersihkan kanal,” tuturnya.

“Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari,” sambung Fadli.

Dia menilai persoalan sampah di kanal tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah, tapi kesadaran masyarakat utama.

Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.

Karena itu, pihaknya mendorong pemasangan barrier atau penahan sampah di sejumlah titik strategis kanal agar sampah yang terbawa arus dapat dikendalikan dan lebih mudah diangkat sebelum menyebar ke wilayah lain.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga perlu terus diperkuat agar kesadaran menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat.

Baca Juga :  Wali Kota Munafri Luncurkan Pete-pete Laut, Transportasi Gratis Hubungkan Pulau-pulau Makassar

“Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam program kebersihan, tetapi juga menjadi subjek yang ikut terlibat aktif menjaga lingkungan,” tegasnya.

Menurut Fadli, diperlukan pembentukan Komunitas Pecinta Kanal (KPK) di sepanjang wilayah kanal, khususnya di perbatasan semua Kecamatan.

Komunitas tersebut nantinya berperan mengawasi kebersihan kanal, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta bergerak bersama menjaga saluran air dari praktik pembuangan sampah sembarangan.

“Jadi, perlu pembentukan KPK (Komunitas pecinta Kanal), tugas mereka dibantu BPBD membersihkan dan memantau sampah di kanal. Ini perlu kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk mengatasi persoalan sampah di kanal,” imbuh Fadli.

Dia juga menambahkan, sebagian besar sampah yang ditemukan berasal dari kawasan pasar dan permukiman di wilayah hulu, khususnya dari aliran kanal yang melintasi Kecamatan Bontoala sebelum terbawa menuju wilayah Tallo.

Karena itu, upaya menjaga kebersihan kanal harus dilakukan secara bersama-sama mulai dari hulu hingga hilir agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kalau tidak bisa ikut membersihkan, minimal jangan mengotori. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar kanal tetap bersih, aliran air lancar, dan lingkungan tetap sehat,” tutup Fadli. (*)

Berita Terkait

SK GANDA DAN DUGAAN NEPOTISME DI DESA BUAKKANG: SOMASI DESA DESAK PENINDAKAN TEGAS
Sambut Tahun Baru Islam, Appi Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan dan Perkuat Persatuan
Perumda Parkir Makassar Siapkan Skema Parkir Gratis di Event, Biaya Masuk dalam Tiket Konser
JAM.ID Desak Audit Total RSUD Syekh Yusuf: Nyawa Bayi Melayang, Negara Tidak Boleh Hanya Berlindung di Balik SOP
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Buka Persiapan Lomba Kelurahan Berprestasi 2026, Makassar Optimistis Raih Prestasi Nasional
Bersama Menhaj RI, Munafri Sambut Jemaah Haji Kloter 17 Debarkasi Makassar
Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor, Pokja Bunda PAUD Makassar Perkuat Komitmen Wujudkan PAUDHI Berkualitas dan Berkelanjutan
Tak Tebang Pilih, Bukti Pemkot Makassar Tertibkan Lapak Pallubasa Serigala dan PKL di Fasum

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:50 WIB

SK GANDA DAN DUGAAN NEPOTISME DI DESA BUAKKANG: SOMASI DESA DESAK PENINDAKAN TEGAS

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:50 WIB

Tak Kenal Libur, BPBD Makassar Bersihkan Tumpukan Sampah di Kanal Kandea

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:35 WIB

Sambut Tahun Baru Islam, Appi Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan dan Perkuat Persatuan

Senin, 15 Juni 2026 - 21:34 WIB

Perumda Parkir Makassar Siapkan Skema Parkir Gratis di Event, Biaya Masuk dalam Tiket Konser

Senin, 15 Juni 2026 - 13:15 WIB

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Buka Persiapan Lomba Kelurahan Berprestasi 2026, Makassar Optimistis Raih Prestasi Nasional

Berita Terbaru