Safari Ramadan di Tamalanrea, Munafri Serahkan Paket Pangan Ramadan Untuk Dhuafa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin kembali melaksanakan Safari Ramadan dengan menyambangi Masjid Ikhtiar Perumahan Dosen (Perdos) Unhas, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Jumat (27/2/2026), malam.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di bulan suci Ramadan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar menyerahkan secara simbolis paket pangan Ramadan kepada penerima manfaat.

Adapun kriteria penerima bantuan merupakan kalangan dhuafa atau fakir miskin yang berjumlah 10 orang, terdiri dari imam salat, muadzin, marbot, petugas kebersihan, petugas keamanan, guru mengaji, serta pengurus jenazah.

Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban wilayah, khususnya fungsi fasilitas umum seperti trotoar agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh pejalan kaki.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat jemaah disini, untuk menjaga kebersamaan dan ketenangan selama bulan Ramadan,” imbuh orang nomor satu Kota Makassar itu.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan bahwa, selama Ramadan setiap malam tarawih dan subuh, dirinya turun langsung menemui masyarakat bersama jajaran SKPD dan Forkopimda.

Ia mengaku termotivasi untuk menghadirkan karya nyata selama masa kepemimpinannya.

“Saya berharap masukan-masukan yang ada terus memberikan kami motivasi untuk bisa berbuat lebih baik,” tuturnya.

Baca Juga :  Edaran Wali Kota, Pemkot Makassar Tutup Sementara Karaoke, Refleksi dan Panti Pijat Mulai 17 Februari 2026

Menurutnya, Kota Makassar memiliki kompleksitas persoalan yang tinggi, namun ia optimistis seluruh tantangan dapat diselesaikan dengan kerja bersama. Salah satu disampaikan adalah penertiban lapak diatas saluran drainase yang ditempati PKL selama bertahun-tahun.

Appi sapaan akrabnya, menjelaskan terkait penertiban lapak liar yang berdiri di atas drainase dan trotoar butuh pengertian bersama.

Dia menegaskan bahwa pemerintah tengah berupaya membenahi bangunan-bangunan liar dan lapak-lapak yang berada di atas jalan, pedestrian, maupun selokan.

“Kami lagi berusaha untuk membenahi bangunan-bangunan liar, lapak-lapak yang ada di atas jalan, atau pedestrian, atau di selokan,” jelasnya.

“Kami melakukan ini tidak lain karena ingin memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa kita semua punya hak dalam pembangunan ini,” sambung Munafri.

Menurutnya, pedestrian dibangun menggunakan uang rakyat dan diperuntukkan bagi pejalan kaki. Apabila di atasnya terdapat lapak-lapak, maka hak pejalan kaki telah diambil dan dilanggar.

“Pedestrian ini dibangun menggunakan uang rakyat yang ditujukan kepada orang yang berjalan kaki. Nah, lalu kalau di atasnya ada lapak-lapak, ada haknya pejalan kaki, ada hak orang yang diambil, ada hak yang dilanggar,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya merugikan masyarakat luas, tetapi juga berdampak pada kebersihan dan estetika kota.

Bahkan, jika lapak tersebut disewakan oleh oknum tertentu untuk mengambil keuntungan, maka persoalan menjadi semakin kompleks.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Makassar Apresiasi Semangat Pemuda Masjid Al-Markaz Gelar Zikir dan Maulid Akbar

“Kalau ini dipakai oleh oknum yang mengambil faedah dari mempersewan lapak-lapak ini, disewakan lalu diambil hasilnya, lalu di pedestrian akhirnya menjadi sangat jorok,” ungkap Appi.

Munafri meminta dukungan seluruh masyarakat, khususnya jemaah masjid, untuk ikut memberikan pemahaman kepada warga terkait langkah-langkah yang dilakukan pemerintah.

Terkait relokasi, tentu sementara disiapkan. Lebih lanjut, Munafri menyampaikan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat mencari nafkah, namun harus dilakukan di tempat yang legal dan telah ditentukan.

“Di Makassar ini tidak dilarang mencari nafkah, tidak dilarang untuk menyambung hidup, tapi ada tempat yang legal, ada tempat yang ditentukan untuk itu,” katnaya.

“Jangan mengambil hak-hak yang sudah dibuat untuk orang lain, dan ini selain mengambil hak, juga membahayakan untuk diri sendiri maupun orang lain,” lanjutnya.

Turut hadir dalam safari Ramadan tersebut, Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, Ketua Takmir Masjid Ikhtiar Prof. Altin Massinai, Kabag Kesra Muh Syarif, Camat Tamalanrea Andi Patiroi, Sekretaris Camat Tamalanrea Nur Alam.

Juga hadir, Ketua TP PKK Kecamatan Tamalanrea, Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf, para tokoh agama dan tokoh masyarakat Perumahan Dosen Unhas, Ketua RW dan RT se-Kelurahan Tamalanrea Jaya, serta para lurah se-Kecamatan Tamalanrea. (*)

Berita Terkait

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026
Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026
Rembuk Pendidikan HMI Sulsel: Guru, Kepsek, Moral Siswa hingga Pangadakkang Jadi Sorotan
Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat
Appi Tekankan Kepala Sekolah Harus Adaptif, Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan
Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi
Dosen dan Mahasiswa KKN STIA Abdul Haris Makassar Latih Aparatur Desa Bonto Bunga Susun SOP Pelayanan Publik
Munafri-Aliyah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Maulid Akbar Pesisir di Paotere

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rembuk Pendidikan HMI Sulsel: Guru, Kepsek, Moral Siswa hingga Pangadakkang Jadi Sorotan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Appi Tekankan Kepala Sekolah Harus Adaptif, Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan

Berita Terbaru