Dukung Makassar Zero Waste, DLU Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu Libatkan Warga Wajo

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar, melalui Kecamatan Wajo bersama PT Dharma Lautan Utama (DLU) memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap program Makassar Zero Waste.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Wajo, Ivan Kalalembang, mengatakan PT Dharma Lautan Utama sebagai perusahaan transportasi laut nasional menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung terwujudnya Kota Makassar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kami mengapresiasi komitmen PT Dharma Lautan Utama yang tidak hanya menerapkan pengelolaan sampah di lingkungan operasional perusahaan,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembangunan fasilitas pemilahan sampah serta penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang melibatkan masyarakat di wilayah Kecamatan Wajo.

“Kolaborasi ini juga, menghadirkan program yang langsung menyentuh masyarakat melalui pembangunan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kecamatan Wajo,” kata Ivan.

Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya.

Baca Juga :  HMI Sulsel Desak Kejati Sulsel Usut Tuntas Dugaan Pungli Pengadaan Alsintan di Soppeng

Melalui program tersebut, DLU menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam operasional kapal sekaligus memperluas implementasinya kepada masyarakat dengan menghadirkan fasilitas pemilahan sampah yang dapat dimanfaatkan warga.

“Program ini, kita harapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui proses pemilahan dan daur ulang,” harapnya.

Ivan menjelaskan, keberadaan fasilitas pemilahan sampah menjadi langkah penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Dengan adanya pemilahan sejak dari sumber, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat didaur ulang, sementara sampah residu yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

“Ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang terus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dari sekadar membuang menjadi memilah dan mengolah sejak dari rumah tangga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, program TJSL yang dijalankan PT Dharma Lautan Utama tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Dukung UMKM, Pemkot Makassar Gelontorkan 80 Fasilitas Gerobak untuk Pisang Epe

Selain meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, program tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah yang memiliki nilai jual.

Menurut Ivan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen, termasuk dunia usaha.

Karena itu, sinergi yang dibangun bersama DLU diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang dapat direplikasi oleh perusahaan lain di Kota Makassar.

“Semakin banyak perusahaan yang terlibat melalui program tanggung jawab sosialnya, maka semakin besar pula dukungan terhadap upaya mewujudkan Makassar sebagai kota yang bersih dan sehat,” tuturnya.

Dia menambahkan, budaya memilah dan mengelola sampah dapat terus tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat, sehingga target pengurangan timbulan sampah menuju Makassar Zero Waste dapat tercapai.

Apalagi, program kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk dukungan sektor swasta terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam membangun sistem pengelolaan sampah terpadu.

“Dimana, melibatkan masyarakat sebagai aktor utama, sekaligus memperkuat pembangunan kota yang ramah lingkungan,” tutup Ivan. (*)

Berita Terkait

Tim Advokasi BADKO HMI Sulsel Unveiling Policy Report Riset Advokasi Publik Jelang RDP Nasional
Jelajah Sampah Titik ke-14, Appi-Melinda Ajak Warga Pilah Sampah sebagai Gerakan Bersama
Munafri Kukuhkan 70 Paskibraka Kota Makassar untuk Upacara HUT RI ke-81 di Karebosi
Ducting Sharing Masuk Tahap Pemantapan, Wali Kota Appi Siapkan Skema Investasi dan Perseroda
Air Sulit, LPG 3 Kg Langka, Petani Soppeng Terjepit: HMI Desak Pemda Bertindak
Kalla Youth Fest 2026 Segera Digelar, Appi Harap Jadi Event Lokal Kolaborasi MCH
Tekan Penularan TB, Pemkot Makassar Gencarkan Tracing di 339 Titik
Badko HMI Sulsel: Luwu Timur Sedang Mempertontonkan Krisis Negara Hukum, Bupati dan Sekda Harus Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Tim Advokasi BADKO HMI Sulsel Unveiling Policy Report Riset Advokasi Publik Jelang RDP Nasional

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Jelajah Sampah Titik ke-14, Appi-Melinda Ajak Warga Pilah Sampah sebagai Gerakan Bersama

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Munafri Kukuhkan 70 Paskibraka Kota Makassar untuk Upacara HUT RI ke-81 di Karebosi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Ducting Sharing Masuk Tahap Pemantapan, Wali Kota Appi Siapkan Skema Investasi dan Perseroda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Air Sulit, LPG 3 Kg Langka, Petani Soppeng Terjepit: HMI Desak Pemda Bertindak

Berita Terbaru