Munafri Dampingi Fadly Zon Tinjau Benteng Rotterdam Persiapan Revitalisasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon meninjau kawasan Benteng Rotterdam, Kota Makassar, Minggu (12/7/2026). Kedatangan Fadly Zon disambut langsung oleh Munafri bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan kondisi salah satu cagar budaya nasional sekaligus ikon sejarah terpenting di kawasan Indonesia Timur oleh Kementerian Kebudayaan.

Wali Kota yang akrab disapa Appi mendampingi Fadly Zon menjelajahi satu per satu bangunan dan ruang-ruang bersejarah yang telah berdiri kokoh selama lebih dari empat abad.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fisik benteng, termasuk sejumlah bagian bangunan yang mulai mengalami kerusakan akibat faktor usia. Di sela-sela kunjungan, Fadly Zon juga memperoleh penjelasan mengenai perjalanan sejarah Benteng Rotterdam oleh Pengelola Benteng Rotterdam.

Selain melihat kondisi bangunan, Fadly Zon turut meninjau koleksi museum dan arsip sejarah yang tersimpan di dalam kompleks benteng. Ia juga memberikan sejumlah masukan terkait pengelolaan arsip serta penguatan fungsi edukasi agar kawasan Benteng Rotterdam semakin menarik sebagai destinasi wisata sejarah dan kebudayaan.

Baca Juga :  Sambut Rakernas HDCI, Munafri: Makassar Siap Jadi Rumah Besar Event Nasional

Fadli Zon, mengatakan Benteng Rotterdam merupakan salah satu benteng paling penting dalam sejarah Indonesia. Benteng yang cikal bakal pembangunannya dimulai pada abad ke-16 itu kemudian dibangun kembali oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-17 dan menjadi benteng terbesar di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, Benteng Rotterdam juga memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena menjadi lokasi penahanan Pangeran Diponegoro setelah berakhirnya Perang Jawa pada 1830 hingga wafatnya.

“Tahun ini kita harapkan akan dilakukan revitalisasi Benteng Rotterdam dengan melakukan berbagai perbaikan. Ternyata masih banyak dinding yang terkelupas, terjadi kebocoran, dan membutuhkan penataan kawasan agar benteng ini dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat edukasi, pusat kebudayaan, pusat sejarah, sekaligus ruang aktivitas seni budaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, revitalisasi akan dilakukan dengan tetap mengedepankan kaidah-kaidah pelestarian cagar budaya. Sejumlah fasilitas yang ada juga akan dimaksimalkan seperti museum dan perpustakaan sebagai ruang edukasi. Hingga pengembangan fasilitas baru seperti penyajian sejarah secara imersif agar pengalaman pengunjung semakin menarik.

Baca Juga :  Aksi Tembak-tembakan "omega" Marak di Makassar, Wali Kota Minta Penindakan Tegas

“Kita harapkan dalam waktu dekat revitalisasi ini segera dilaksanakan. Kementerian Kebudayaan akan melakukan kajian yang cepat namun tetap tepat sesuai prinsip-prinsip pemugaran cagar budaya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik komitmen pemerintah pusat untuk merevitalisasi Benteng Rotterdam. Bagi Munafri pelestarian kawasan budaya bersejarah tidak hanya untuk menjaga warisan bangsa tapi sebagai investasi jangka panjang kota.

“Pelestarian kawasan bersejarah tersebut bukan hanya penting untuk menjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif di Kota Makassar.

Munafri berharap revitalisasi nantinya mampu memperkuat posisi Benteng Rotterdam sebagai salah satu destinasi unggulan nasional. Sehingga tidak hanya menghadirkan nilai sejarah, tetapi juga menjadi ruang publik yang semakin hidup bagi berbagai aktivitas seni, budaya, riset, dan edukasi masyarakat.(*)

Berita Terkait

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026
Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026
Rembuk Pendidikan HMI Sulsel: Guru, Kepsek, Moral Siswa hingga Pangadakkang Jadi Sorotan
Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat
Appi Tekankan Kepala Sekolah Harus Adaptif, Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan
Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi
Dosen dan Mahasiswa KKN STIA Abdul Haris Makassar Latih Aparatur Desa Bonto Bunga Susun SOP Pelayanan Publik
Munafri-Aliyah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Maulid Akbar Pesisir di Paotere

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rembuk Pendidikan HMI Sulsel: Guru, Kepsek, Moral Siswa hingga Pangadakkang Jadi Sorotan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Appi Tekankan Kepala Sekolah Harus Adaptif, Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan

Berita Terbaru