Aksi Tembak-tembakan “omega” Marak di Makassar, Wali Kota Minta Penindakan Tegas

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR — Aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan jenis “omega” yang berpeluru plastik hingga jeli kian marak terjadi selama bulan suci Ramadan di Makassar.

Permainan yang awalnya dianggap sekadar hiburan anak-anak tersebut kini menuai kekhawatiran karena dinilai berpotensi membahayakan warga dan mengganggu ketertiban umum.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait persoalan tersebut, yang dinilainya tidak bisa dianggap sepele. Sehingga perlu ditindak tegas.

“Yaa, ini tidak boleh dibiarkan, permainan tembak-tembak tersebut harus ditangani secara serius oleh seluruh pihak,” jelas Munafri, kepada awak media di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (2/3/2026).

“Penaganan dan pengawasan bersama, mulai dari Pihak Kepolisian, pemerintah kecamatan hingga lingkungan keluarga RT/RW bertindak,” sambung Munafri.

Senjata “omega” umumnya merujuk pada seri mainan tembakan nerf mega yang populer, dirancang dengan peluru busa lebih besar untuk tembakan jarak jauh dan permainan aman bagi anak-anak.

Belakangan marak di Kota Makassar, fenomena ini umumnya melibatkan anak-anak di bawah umur hingga kalangan pelajar.

Baca Juga :  Festival Bulan Budaya 2025, Munafri Tekankan Budaya Jadi Karakter, Bukan Sekadar Pertunjukan

Mereka kerap terlihat melakukan aksi saling serang menggunakan senapan mainan malam hari saat bulan suci Ramadan usai salat tarawih.

Aksi mengganggu ketertiban Ramadan tersebut, berlangsung di jalan raya, bahkan dilakukan sambil berkendara sepeda motor.

Oleh sebab itu, Munafri menegaskan penggunaan senjata mainan sudah mengarah pada tindakan berlebihan.

Terlebih, sebagian anak menggunakan senapan mainan itu sambil berkendara dan menembak dari atas motor, yang sangat berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Persoalan ini tidak bisa dibiarkan. Semua pihak harus mampu mengatasi dan mengawasi. Jangan dianggap main-main, karena mengganggu ketertiban umum, suasana Ramadan,” tegas Munafri.

Appi menilai, meskipun hanya bersifat permainan, aksi tembak-tembakan dengan peluru plastik maupun jeli tetap memiliki potensi mencederai orang lain serta mengganggu ketertiban umum.

Jika dibiarkan, hal tersebut dapat memicu konflik maupun keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Seleksi BUMD Makassar: Ratusan Peserta Jalani Tes Psikologi

“Jad, bukan cuma sekadar mainan. Kalau mencelakakan orang lain dan mengganggu ketertiban umum, tentu harus ada langkah tegas pihak kemanaan,” imbuh orang nomor satu Kota Makassar itu.

Pemerintah Kota Makassar, berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk tanpa gangguan aksi yang berpotensi membahayaka

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu, juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Makassar untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Ia berharap kolaborasi antara aparat keamanan dan jajaran Pemerintah Kota Makassar hingga tingkat RT dan RW di wilayah masing-masing dapat diperkuat guna melakukan pengawasan lebih intensif selama Ramadan.

Selain itu, orang tua diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada malam hari setelah salat tarawih.

“Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak terlibat dalam permainan yang berisiko tersebut,” demikian, penegasan dan imbauan Munafri. (*)

Berita Terkait

Badko HMI Sulsel: Luwu Timur Sedang Mempertontonkan Krisis Negara Hukum, Bupati dan Sekda Harus Diperiksa
Bapenda Makassar Hadirkan PAMUNGKAS, Cek Data hingga Bayar PBB-P2 Kini Bisa dari Genggaman
BPBD Makassar Daftarkan SIGAP PESISIR ke IGA 2026, Respons Bencana Makin Cepat
600 Anak Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, Jadi Ruang Ekspresi dan Kreativitas Anak Makassar
Riset Advokasi HMI Sulsel: BPKP Tegaskan Pengawasan Berdasarkan Kewenangan, Dukungan Penyempurnaan Tata Kelola PSN
Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026: Pemilahan Sampah Wajib Dimulai dari Sumber
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Resmi Buka Sao Raja Tana Daeng Festival 2026
Akan Tempuh Jalur Hukum, Auditor KONI: APAK & GRH Jangan Kaitkan Nama Wali Kota dengan Dana Hibah

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:41 WIB

Badko HMI Sulsel: Luwu Timur Sedang Mempertontonkan Krisis Negara Hukum, Bupati dan Sekda Harus Diperiksa

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:01 WIB

Bapenda Makassar Hadirkan PAMUNGKAS, Cek Data hingga Bayar PBB-P2 Kini Bisa dari Genggaman

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:47 WIB

BPBD Makassar Daftarkan SIGAP PESISIR ke IGA 2026, Respons Bencana Makin Cepat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:35 WIB

600 Anak Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, Jadi Ruang Ekspresi dan Kreativitas Anak Makassar

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:35 WIB

Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026: Pemilahan Sampah Wajib Dimulai dari Sumber

Berita Terbaru