Jaga Ramadhan Aman dan Kondusif, Pemkot Makassar Larang Warga Konvoi dan Sahur On The Road

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan konvoi maupun sahur on the road selama bulan suci Ramadan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap ketertiban umum, keselamatan masyarakat, serta kekhusyukan ibadah di bulan penuh berkah.

Lebih lanjut, Munafri menyatakan dukungannya terhadap imbauan Kapolrestabes Makassar yang melarang pelaksanaan sahur on the road. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak perlu dilakukan karena berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan.

“Iya, saya juga imbau tidak usah ada sahur on the road. Lebih bagus sudah sahur, sholat subuh, mengaji-mengaji sedikit, terus pulang dari masjid,” tegasnya, di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (18/2/2026).

Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan suci Ramadhan.

Ia secara khusus meminta seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Ketua RT/RW, lurah, camat, hingga Satpol PP untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun koordinasi yang solid bersama unsur TNI dan Polri dalam mengawasi wilayah masing-masing.

Menurut Appi, Ramadhan bukan hanya momentum peningkatan ibadah, tetapi juga periode yang membutuhkan perhatian ekstra terhadap stabilitas lingkungan.

Aktivitas masyarakat yang meningkat, mulai dari kegiatan ibadah malam, pasar tumpah, hingga potensi gangguan ketertiban umum, harus diantisipasi secara terukur dan humanis.

Baca Juga :  Silaturahmi RT/RW: Wali Kota Makassar Tekankan Pelayanan, Kebersihan, Jadi Fokus Utama

“Karena itu, peran aparatur kewilayahan menjadi garda terdepan dalam memastikan suasana tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tuturnya.

Menurutnya, Ramadan seharusnya diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bernilai ibadah, bukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum maupun risiko kecelakaan lalu lintas.

“Kami Pemerintah Kota Makassar pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah, mempererat kebersamaan, dan menciptakan suasana kota yang aman serta kondusif,” ajak Appi.

Dia menekankan bahwa pengawasan tidak semata-mata soal penindakan, tetapi juga pendekatan persuasif dan preventif. RT/RW sebagai ujung tombak di tingkat lingkungan diharapkan aktif memetakan potensi kerawanan.

Lurah dan camat memperkuat koordinasi serta respons cepat terhadap laporan warga, sementara Satpol PP bersama TNI-Polri memastikan penegakan aturan berjalan tegas namun tetap mengedepankan kearifan lokal.

Dengan kolaborasi yang terstruktur dan komunikasi yang intens, Appi optimistis Ramadhan di Kota Makassar dapat berlangsung penuh khidmat, tertib, dan damai.

Appi pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian menjaga harmoni, karena keamanan dan kenyamanan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Pada kesmepatan ini, orang nomor satu Kota Makassar itu, ia juga secara tegas melarang adanya konvoi kendaraan, terutama yang dilakukan secara beramai-ramai di jalan raya.

“Oh janganlah, jangan. Lagi-lagi mengganggu pengguna jalan yang lain. Saling jaga, keselamatan, apalagi banyak ramai-ramai, tidak pakai helm. Itu tidak boleh terjadi,” imbuh Munafri.

Terkait aktivitas awal sahur, Munafri mengatakan, pelaksanaan Ramadan tahun ini pada prinsipnya berjalan seperti biasa. Ia pun mengaku memiliki kebiasaan pribadi yang sederhana dalam menjalani hari pertama puasa.

“Kegiatan Ramadan sama seperti biasa. Kalau saya sih hari pertama saya pasti sama keluarga, karena setelah itu sudah akan keliling terus setiap hari,” ujarnya.

Untuk menu sahur dan berbuka puasa, Munafri menyebut dirinya tidak memiliki menu khusus. Ia memilih pola makan yang sederhana saat sahur.

“Kalau menu saya kalau bulan puasa itu cuman makan kurma sama air putih sudah kalau sahur. Kalau buka ya standar lah,” katanya.

Saat ditanya apakah ada kuliner tertentu yang menjadi favorit selama Ramadan, ia menegaskan tidak ada menu istimewa. (*)

Berita Terkait

Malam Pertama Tarawih, Munafri Pimpin Safari Ramadan di Masjid Agung 45, Serukan Persatuan dan Solidaritas Sosial
Dihadiri Munafri-Aliyah, Pemkot Makassar Dukung UMKM Lewat Festival Mulia Ramadhan
Gong Xi Fa Cai, Wali Kota Makassar Ajak Warga Tionghoa Perkuat Kebersamaan & Toleransi
Tata Wajah Kota, Lapak 30 Tahun di Jalan Adipura Panaikang Ditertibkan, Relokasi ke Eks Terminal Toddopuli
Edaran Wali Kota, Pemkot Makassar Tutup Sementara Karaoke, Refleksi dan Panti Pijat Mulai 17 Februari 2026
HMI Cabang Pangkep Soroti Tambang Karst, Surat Aksi Mereka Tuai Perhatian
Tanpa Gesekan, Penataan Kota Berjalan Kondusif, 15 Lapak PKL di Wajo Direlokasi
Pemkot Makassar Tertibkan 55 Lapak PKL di Tamalate, Diduga Ada Oknum Sewakan Lahan Fasum Selama 30 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 04:45 WIB

Malam Pertama Tarawih, Munafri Pimpin Safari Ramadan di Masjid Agung 45, Serukan Persatuan dan Solidaritas Sosial

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:31 WIB

Jaga Ramadhan Aman dan Kondusif, Pemkot Makassar Larang Warga Konvoi dan Sahur On The Road

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:45 WIB

Dihadiri Munafri-Aliyah, Pemkot Makassar Dukung UMKM Lewat Festival Mulia Ramadhan

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:38 WIB

Gong Xi Fa Cai, Wali Kota Makassar Ajak Warga Tionghoa Perkuat Kebersamaan & Toleransi

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:43 WIB

Tata Wajah Kota, Lapak 30 Tahun di Jalan Adipura Panaikang Ditertibkan, Relokasi ke Eks Terminal Toddopuli

Berita Terbaru

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Apresiasi Penataan PKL, Pemkot Siapkan Solusi Representatif

Rabu, 18 Feb 2026 - 18:58 WIB