Bunda PAUD Kota Makassar Buka Seminar Parenting Bertajuk Dampak Pengasuhan dan Disiplin Positif Sejak Usia Dini

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR – Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya pola asuh penuh kasih sayang dan disiplin positif sejak usia dini sebagai kunci pembentukan karakter anak.

Hal itu disampaikan saat membuka seminar parenting bertema “Dampak Pengasuhan dan Disiplin Positif Sejak Usia Dini pada Pengembangan Karakteristik Anak yang Inklusif” di Hotel Aryaduta, Rabu (10/9/2025).

Dalam sambutannya, Melinda Aksa membagikan pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu dari lima anak. Ia menuturkan perjalanan panjang dalam mendidik anak membuatnya menyadari bahwa fokus pendidikan tidak semata pada pencapaian akademik.

“Ketika anak pertama dan kedua, saya selalu berpikiran bagaimana mereka harus pintar, bisa bahasa Inggris, bisa membaca sejak TK. Tapi ternyata anak-anak bukan hanya itu,” ungkapnya.

Melinda menceritakan saat mengikuti kelas khusus orang tua pada sekolah anaknya, membuka pandangannya bahwa pendidikan anak tidak hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga peran besar dari orang tua.

“Di sana saya belajar, orang tua juga harus ikut mendidik. Ada tanggung jawab besar bagaimana cara berbicara dengan anak, bagaimana memberikan pengasuhan yang benar dan penuh kasih sayang. Itu yang sering kita lupakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Local Fest 2026 Hadir di Makassar, Bukti Kota Daeng Semakin Dilirik Event Nasional

Lanjutnya, saat mengikuti kelas orang tua selama empat minggu penuh di sekolah anaknya. Dari situlah ia memahami pentingnya disiplin positif dalam pengasuhan.

“Ketika anak lahir, Allah sudah memberikan sel syaraf otak yang belum tersambung. Di usia dua tahun pertama, sambungan itu sangat pesat berkembang. Kalau kita salah mendidik, itu akan berdampak besar,” paparnya.

Untuk itu, Ia menekankan pentingnya masa pengasuhan usia emas, yakni dari usia 0 hingga 5 tahun. Pada fase inilah, kata Melinda, penguatan PAUD menjadi kunci keberhasilan anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.

“Kalau PAUD-nya kuat, maka anak-anak lebih siap ketika masuk SD, SMP, bahkan SMA. Itulah bekal menuju masa dewasa yang lebih baik,” jelasnya.

Melinda pun mengajak para orang tua untuk terus belajar, karena setiap fase usia anak memiliki tantangannya masing-masing. “Anak saya yang besar sudah SMA, jelas cara mendidiknya berbeda dengan anak yang masih kecil. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar menjadi orang tua,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P, menjelaskan bahwa tujuan seminar ini adalah meningkatkan pemahaman orang tua, pendidik, dan masyarakat tentang konsep pengasuhan positif serta disiplin positif.

Baca Juga :  Perumda Parkir Makassar Siapkan Skema Parkir Gratis di Event, Biaya Masuk dalam Tiket Konser

“Selain itu, kami ingin mendorong terciptanya suasana belajar di rumah dan sekolah yang ramah, aman, dan inklusif bagi semua anak. Seminar ini juga jadi wadah berbagi pengalaman antar orang tua, pendidik, dan praktisi,” ucap Titin.

Seminar yang dihadiri 450 peserta ini melibatkan perwakilan guru, kepala sekolah, orang tua murid PAUD se-Kota Makassar, komunitas orang tua anak penyandang disabilitas, forum anak, serta organisasi perempuan di Makassar.

Adapun narasumber yang hadir yakni Ketua Yayasan Pendidikan Kharisma, Ola Z. Pontoh, yang membawakan materi tentang “Tumbuh Bahagia dalam Pengasuhan dan Disiplin Positif”, serta Dr. Asniar Khumas, dosen Psikologi Universitas Negeri Makassar, yang mengupas strategi pengasuhan berbasis kekuatan anak.

Selain seminar, Ketua Panitia Ni Nyoman Anna Marthanti juga menginisiasi partisipasi pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga penerbit buku nasional seperti Erlangga yang menghadirkan literatur pendukung pengasuhan anak.

Berita Terkait

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026
Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026
Rembuk Pendidikan HMI Sulsel: Guru, Kepsek, Moral Siswa hingga Pangadakkang Jadi Sorotan
Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat
Appi Tekankan Kepala Sekolah Harus Adaptif, Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan
Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi
Dosen dan Mahasiswa KKN STIA Abdul Haris Makassar Latih Aparatur Desa Bonto Bunga Susun SOP Pelayanan Publik
Munafri-Aliyah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Maulid Akbar Pesisir di Paotere

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rembuk Pendidikan HMI Sulsel: Guru, Kepsek, Moral Siswa hingga Pangadakkang Jadi Sorotan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Appi Tekankan Kepala Sekolah Harus Adaptif, Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan

Berita Terbaru