Hierarkinews, MAROS – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIA Abdul Haris Makassar, Yudhi Abdi Wibowo, S.Ip., M.Tr.AP, menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) yang diselenggarakan dalam rangka mendukung pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Maros.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu 17 Juni 2026 bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Maros.
Dalam pemaparannya, Yudhi Abdi Wibowo menjelaskan pentingnya penerapan Arsitektur Single Window Service sebagai pendekatan integratif dalam tata kelola data dan pelayanan sosial. Menurutnya, konsep tersebut memungkinkan berbagai data dan layanan sosial terhubung dalam satu sistem yang terintegrasi, sehingga proses verifikasi, validasi, hingga pemanfaatan data dapat dilakukan secara lebih efektif, cepat, dan akurat.
Ia menegaskan bahwa keberadaan DTSEN membutuhkan dukungan sistem informasi yang mampu menyatukan berbagai sumber data agar kebijakan pemerintah terkait kesejahteraan sosial dapat tepat sasaran. Melalui pendekatan Single Window Service, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi dalam pengelolaan data sosial dan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, S.STP. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya profesionalitas para operator SIKS-NG sebagai garda terdepan dalam pengelolaan data masyarakat miskin dan rentan.
Menurut Andi Zulkifli, operator SIKS-NG memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas data yang menjadi dasar berbagai program bantuan sosial pemerintah. Oleh karena itu, ketelitian, integritas, dan tanggung jawab menjadi nilai utama yang harus dimiliki setiap operator.
“Data yang akurat merupakan fondasi dari kebijakan yang tepat sasaran. Profesionalitas operator SIKS-NG sangat menentukan kualitas proses pendataan, mulai dari verifikasi, validasi, hingga pembaruan data masyarakat. Dengan kerja yang profesional, kita dapat memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada para pekerja sosial dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan data kesejahteraan sosial.
Menurut Wakil Bupati, pengabdian yang dilakukan para pekerja sosial bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan sebuah bentuk pelayanan kemanusiaan yang menuntut profesionalisme, dedikasi, dan integritas tinggi.
“Menjadi pekerja sosial adalah sebuah pengabdian yang profesional. Mereka hadir untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak. Karena itu, kompetensi, etika kerja, dan komitmen pelayanan harus terus diperkuat agar manfaat program-program sosial dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” kata Muetazim Mansyur.
Melalui kegiatan Bimtek SIKS ini, Pemerintah Kabupaten Maros berharap kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan data kesejahteraan sosial semakin meningkat, sehingga proses pemutakhiran DTSEN dapat berjalan lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan demi mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat yang lebih inklusif.











