Komisi D Sorot Pungli dan Zonasi Tak Adil di SPMB Makassar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 31 Juli 2025 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR — Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan pengadaan seragam sekolah, Kamis (31/7/2025).

RDP ini menghadirkan Dinas Pendidikan Kota Makassar, Laskar Merah Putih (LMP) Sulsel, serta Relawan Soelawesi Pejuang Amanah (RESOPA).

Ketua Komisi D, Ari Ashari Ilham, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengawal laporan masyarakat dan merekomendasikan sanksi tegas apabila ditemukan penyimpangan di sekolah.

“Masih banyak anak SMP yang belum tertampung di sekolah negeri. Ini harus jadi perhatian serius karena tidak semua orang tua mampu menyekolahkan anaknya ke swasta,” ujar Ari.

Ia juga menyinggung reputasi buruk Makassar akibat ribuan siswa tahun lalu yang tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang mencoreng citra daerah di mata Kementerian.

Baca Juga :  Dukung Pemilihan Langsung RT/RW, Ketua DPRD Makassar Supratman Desak Pemkot Tepati Janji

Dalam forum tersebut, Ari juga mengungkap adanya dugaan pungutan liar (pungli) pada proses penerimaan siswa baru. Salah satu temuan mencuat dari SMP Negeri 6 Makassar, di mana seorang wali murid mengaku diminta membayar hingga Rp15 juta agar anaknya diterima.

“Jika terbukti, kepala sekolah harus dicopot. Pak Wali Kota sudah jelas, sekolah bukan tempat cari untung, tapi tempat mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.

Perwakilan LMP Sulsel, Anto, turut menyoroti kecurangan jalur zonasi. Ia mempertanyakan keabsahan alamat siswa yang diterima di sekolah favorit, padahal lokasi rumahnya jauh dari sekolah.

“Ada dugaan manipulasi domisili. Koordinat rumah dan sekolah tidak logis, tapi siswa tetap lolos zonasi,” beber Anto, sembari menunjukkan bukti tangkapan layar dan transfer dana yang diduga melibatkan pejabat Disdik.

Baca Juga :  Gerak Cepat DPRD dan Pemkot Sepakati KUA PPAS 2026, APBD Diproyeksi Rp5,1 Triliun

Sementara itu, Ketua Umum RESOPA, Syarifuddin Borahima, mengkritisi praktik distribusi seragam sekolah yang dinilai tidak transparan. Ia menyebut kasus di SMP Negeri 2 Makassar, di mana seragam dijual secara diam-diam dan kualitas kain tidak sesuai anggaran.

“Penyedia jasa juga bukan dari UMKM resmi, padahal regulasi jelas mengamanatkan keberpihakan pada pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Komisi D DPRD Makassar menyatakan akan mengusut semua temuan tersebut. Ari menegaskan, pihaknya mendukung penuh upaya Wali Kota dalam mewujudkan sekolah yang bersih dari pungli dan komersialisasi pendidikan.

“Jangankan jual beli seragam, kutipan-kutipan pun tidak diperbolehkan. Sekolah harus jadi ruang aman dan inklusif bagi anak-anak Makassar,” pungkasnya.

RDP ini menjadi sinyal peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Makassar bahwa pendidikan adalah hak dasar, bukan komoditas. (*)

Berita Terkait

DPRD Makassar Apresiasi Penataan PKL, Pemkot Siapkan Solusi Representatif
Fraksi Nasdem DPRD Makassar Dukung Penuh Penataan Kota, Sebut Pemkot Tegas Disertai Solusi
DPRD Dukung Wali Kota Munafri Penataan Kota PKL, Relokasi Tanpa Hilangkan Nafkah
Seluruh Fraksi DPRD Makassar, Sepakat APBD 2026, Dukung Program MULIA
DPRD-Pemkot Sepakati APBD 2026 Senilai Rp4,6 Triliun Lebih, Mantapkan Pembangunan Kota Makassar
Pemkot Makassar Tegaskan Sikap atas Pandangan Fraksi DPRD Terkait APBD 2026
Aspirasi Masyarakat Dikawal DPRD, Pemkot Siap Wujudkan Kebijakan yang Lebih Responsif
TPI Paotere Terbengkalai, Fraksi Demokrat & Pemkot Turun Tangan Serius

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:58 WIB

DPRD Makassar Apresiasi Penataan PKL, Pemkot Siapkan Solusi Representatif

Senin, 16 Februari 2026 - 21:15 WIB

Fraksi Nasdem DPRD Makassar Dukung Penuh Penataan Kota, Sebut Pemkot Tegas Disertai Solusi

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:05 WIB

DPRD Dukung Wali Kota Munafri Penataan Kota PKL, Relokasi Tanpa Hilangkan Nafkah

Senin, 1 Desember 2025 - 07:59 WIB

Seluruh Fraksi DPRD Makassar, Sepakat APBD 2026, Dukung Program MULIA

Minggu, 30 November 2025 - 18:16 WIB

DPRD-Pemkot Sepakati APBD 2026 Senilai Rp4,6 Triliun Lebih, Mantapkan Pembangunan Kota Makassar

Berita Terbaru