Wali Kota Makassar Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting dengan BKKBN Sulsel

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Fatmawati, bersama jajaran, di Balai Kota Makassar, Senin (22/06/2026).

Fatma, sapaan akrab Fatmawati, menyampaikan dirinya dan jajarannya berkunjung untuk bersilaturahmi sebagai Pimpinan baru sekaligus memperkuat sinergi BKKBN Sulsel dengan Pemerintah Kota Makassar.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi menjadi faktor penting dalam menyukseskan berbagai program dari Kemendukbangga/BKKBN, khususnya pencegahan stunting yang harus dimulai dari hulu.

Melalui pertemuan tersebut, Fatma mendiskusikan upaya kolaborasi program antara Pemerintah Kota Makassar dan BKKBN. Sehingga berbagai program pembangunan keluarga dapat berjalan lebih efektif serta mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas menyambut bonus demografi di masa depan.

“Kami punya banyak program, Pak Wali, saat ini kami tetap menjalankan program dengan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Seperti halnya program penanganan stunting,” jelasnya.

Munafri pun menyambut baik kunjungan Fatma. Pada kesempatan tersebut, Munafri menegaskan bahwa seluruh program pembangunan keluarga Pemerintah Kota Makassar tentu harus berjalan secara terintegrasi melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta perangkat daerah terkait.

Baca Juga :  Ketua Komisi B DPRD Makassar Dorong Penguatan Pasar Tradisional Lewat Sosialisasi Perda

Terlepas dari berbagai program BKKBN, Munafri menilai fokus utama yang harus terus diperkuat adalah percepatan penurunan angka stunting. Ia menegaskan pentingnya sinergitas langkah-langkah penanganan stunting.

Ia pun mendorong agar intervensi terhadap keluarga berisiko stunting dilakukan secara berkelanjutan dan terukur dengan dukungan data yang akurat hingga tingkat keluarga.

“Stunting ini musuh besar kita. Kalau yang lain tetap penting, tetapi target utama kita ada di sana. Semua sumber daya yang kita miliki harus diarahkan untuk memastikan penanganan stunting berjalan maksimal,” tegas Munafri.

Menurutnya, upaya penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyangkut kondisi ekonomi keluarga, lingkungan tempat tinggal, sanitasi, hingga pola pengasuhan anak.

Baca Juga :  Suara ASN Gema di Balai Kota, Porseni 2025 Rayakan Kemerdekaan Penuh Warna

Karena itu, lanjutnya, Pemkot Makassar terus mendorong kolaborasi antara Dinas dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan setiap program intervensi dapat tepat sasaran.

Ia menyampaikan perlunya pola pendampingan yang berkelanjutan harus menjadi contoh bagi perusahaan lain. Sehingga bantuan yang diberikan tidak bersifat sesaat, melainkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi keluarga penerima manfaat.

“Yang kita butuhkan adalah program yang berkelanjutan. Tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi harus dipastikan sampai keluarga tersebut benar-benar keluar dari risiko stunting,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, Pemkot Makassar juga terus memperkuat berbagai program pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga.

Mulai dari pengembangan urban farming, pemanfaatan lahan pekarangan, hingga berbagai program pengurangan beban pengeluaran rumah tangga.

“Kalau kita belum bisa menambah penghasilan masyarakat secara langsung, maka kita harus membantu mengurangi bebannya. Tujuannya sama, yakni menjaga daya beli dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.(*)

Berita Terkait

Aliyah Mustika Ilham Tekankan Desain RSUD Daya Tampilkan Identitas Kota Makassar
Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Posko Kelurahan Lakessi Gelar Seminar Program Kerja Berbasis Peningkatan Kesehatan Masyarakat
Dinsos dan RSUD Daya Makassar Raih Penghargaan Ombudsman RI, Bukti Kualitas Pelayanan Publik Baik
Local Fest 2026 Hadir di Makassar, Bukti Kota Daeng Semakin Dilirik Event Nasional
Dipercaya Kemensos RI, Kota Makassar Masuk 40 Daerah Pilot Project Digitalisasi Bansos
BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana
Appi Tinjau Lorong Kerung-Kerung, Pastikan Air PDAM Kembali Mengalir ke Rumah Warga
Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 UNHAS Paparkan Program Kerja melalui Seminar Awal di Kelurahan Lakessi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:35 WIB

Aliyah Mustika Ilham Tekankan Desain RSUD Daya Tampilkan Identitas Kota Makassar

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:35 WIB

Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Posko Kelurahan Lakessi Gelar Seminar Program Kerja Berbasis Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:29 WIB

Dinsos dan RSUD Daya Makassar Raih Penghargaan Ombudsman RI, Bukti Kualitas Pelayanan Publik Baik

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:12 WIB

Local Fest 2026 Hadir di Makassar, Bukti Kota Daeng Semakin Dilirik Event Nasional

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana

Berita Terbaru