Urban Farming Digaungkan Jadi Gerakan Kolektif Wujudkan Ketahanan Pangan di Peringatan HKG ke 53

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR — TP PKK Kota Makassar menghadirkan talkshow inspiratif bertema Urban Farming dan Aku Hatinya PKK dalam rangkaian peringatan Gebyar PKK, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53, di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (22/08/25).

Acara ini dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, kader TP PKK kecamatan hingga kelurahan, organisasi wanita di Kota Makassar.

Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa menekankan bahwa urban farming dan program Aku Hatinya PKK adalah solusi cerdas bagi masyarakat perkotaan untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga.

“PKK hadir untuk mengajak masyarakat agar lebih mandiri, tidak hanya sekadar konsumtif, tetapi juga produktif. Melalui pemanfaatan pekarangan rumah, kita bisa menghasilkan pangan sehat mengurangi biaya rumah tangga bahkan menambah nilai ekonomi keluarga. Inilah peran nyata PKK dalam membangun keluarga yang berdaya,” ujar Melinda.

Melinda mengatakan talkshow ini menjadi salah satu agenda penting dalam perayaan HKG PKK ke-53 di Makassar.

Kehadiran para pemateri sekaligus penguatan program Aku Hatinya PKK diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih berdaya, mandiri, dan peduli pada lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Lewat Dialog dan Relokasi, Pemkot Makassar Tata Lapak PKL Tanpa Konflik

Dalam Talkshow tersebut, menghadirkan narasumber, Sekretaris Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Andi Pangerang Nur Akbar serta Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Erika Novianti.

Sekertaris Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Andi Pangerang Nur Akbar, memaparkan terkait dukungan pemerintah terhadap gerakan Urban Farming yang digagas bersama PKK.

“Kami berkomitmen untuk mendampingi masyarakat melalui edukasi dan pelatihan, agar urban farming bisa terus berkelanjutan. Teknik sederhana seperti hidroponik, vertikultur, maupun pemanfaatan pekarangan rumah dapat dilakukan siapa saja tanpa harus memiliki lahan luas,” jelas Andi.

Lebih lanjut, Ia memperkenalkan program Tanami Tanata sebagai upaya strategis pemerintah kota dalam memperluas gerakan urban farming.

“Tanami Tanata merupakan gerakan bersama untuk menanam di lahan pekarangan, fasilitas umum, hingga ruang terbuka hijau. Harapannya, masyarakat tidak hanya sekadar menanam untuk dikonsumsi sendiri, tetapi juga bisa memperkuat ketahanan pangan kota.” tambahnya.

Baca Juga :  Menteri ATR/BPN Dorong Pembebasan BPHTB & Sertifikasi Aset Tempat Ibadah

Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Erika menyampaikan program Aku Hatinya PKK berjalan seiring dengan semangat urban farming, karena keduanya menitikberatkan pada pemanfaatan pekarangan rumah.

“Melalui Aku Hatinya PKK, kami TP PKK melalui Pokja III mengajak setiap keluarga untuk menanam sayuran, buah, maupun tanaman obat keluarga.” ujar Erika.

Menurutnya, urban farming penting karenamembuat lingkungan lebih hijau, mengurangi limbah organik melalui pengolahan kompos, gerakan kolektif untuk hidup lebih sehat, mandiri dan peduli lingkungan.

Untuk itu, Ia menegaskan bahwa Pokja III akan terus mendorong gerakan ini hingga menyentuh semua lapisan masyarakat.

“Program ini terbukti membantu memenuhi kebutuhan gizi, menghemat pengeluaran rumah tangga, dan bahkan membuka peluang ekonomi,” tambahnya.

Di akhir talkshow, Erika mengumumkan Kecamatan yang unggul dalam lomba penilaian Aku Hatinya PKK yang telah digelar di 15 Kecamatan.

Dalam perlombaan tersebut, Kecamatan Panakukkang mengungguli juara pertama, selanjutnya Kecamatan Rappocini dan Kecamatan Bontoala. (*)

Berita Terkait

Badko HMI Sulsel: Luwu Timur Sedang Mempertontonkan Krisis Negara Hukum, Bupati dan Sekda Harus Diperiksa
Bapenda Makassar Hadirkan PAMUNGKAS, Cek Data hingga Bayar PBB-P2 Kini Bisa dari Genggaman
BPBD Makassar Daftarkan SIGAP PESISIR ke IGA 2026, Respons Bencana Makin Cepat
600 Anak Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, Jadi Ruang Ekspresi dan Kreativitas Anak Makassar
Riset Advokasi HMI Sulsel: BPKP Tegaskan Pengawasan Berdasarkan Kewenangan, Dukungan Penyempurnaan Tata Kelola PSN
Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026: Pemilahan Sampah Wajib Dimulai dari Sumber
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Resmi Buka Sao Raja Tana Daeng Festival 2026
Akan Tempuh Jalur Hukum, Auditor KONI: APAK & GRH Jangan Kaitkan Nama Wali Kota dengan Dana Hibah

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:41 WIB

Badko HMI Sulsel: Luwu Timur Sedang Mempertontonkan Krisis Negara Hukum, Bupati dan Sekda Harus Diperiksa

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:01 WIB

Bapenda Makassar Hadirkan PAMUNGKAS, Cek Data hingga Bayar PBB-P2 Kini Bisa dari Genggaman

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:47 WIB

BPBD Makassar Daftarkan SIGAP PESISIR ke IGA 2026, Respons Bencana Makin Cepat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:35 WIB

600 Anak Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, Jadi Ruang Ekspresi dan Kreativitas Anak Makassar

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:35 WIB

Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026: Pemilahan Sampah Wajib Dimulai dari Sumber

Berita Terbaru