Hierarkinews, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar membuka peluang kolaborasi dengan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dalam mendorong percepatan digitalisasi manajemen pendidikan di sekolah.
Tawaran kolaborasi platform digital pendidikan disampaikan pihak Telkomsel saat melakukan audiensi bersama bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balaikota Makassar, Kamis (2/04/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Manager Mobile Consumer GTM and Channel Partnership Telkomsel Region Sulawesi, Magdalena Irawati Ovi, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung sektor pendidikan melalui layanan digital yang inklusif.
Ia menjelaskan, Telkomsel ingin menghadirkan kesetaraan akses digital bagi seluruh sekolah, baik di pusat kota maupun wilayah pinggiran.
“Kami ingin memberikan gambaran bahwa Telkomsel juga fokus pada dunia pendidikan, selaras dengan upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong digitalisasi sekolah. Tujuannya adalah agar semua sekolah memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan digital,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah platform School ID, layanan digital gratis yang dapat dimanfaatkan oleh tiga sasaran utama, yakni siswa, pihak sekolah, dan orang tua murid.
“School ID ini bisa digunakan secara gratis oleh sekolah dan diharapkan dapat membantu pengelolaan pendidikan yang lebih terintegrasi,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif inisiatif Telkomsel, namun menekankan pentingnya keselarasan dengan sistem dan kebijakan digital yang telah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.
“Saya setuju aja, tapi harus dibicarakan dulu secara teknis, dimulai dari sekolah mana. Kami siapkan tempatnya, Telkomsel masuk dengan perangkatnya. Jadi kita bangun bersama ruang-ruang digital di beberapa sekolah,” ujarnya.
Munafri juga menyarankan sebagai tahap awal, Telkomsel sebaiknya melakukan uji coba implementasi pada sejumlah sekolah di Kota Makassar.
Ia juga meminta agar Tim Percepatan Digitalisasi Pemerintah Kota Makassar turut dilibatkan untuk memastikan integrasi program berjalan optimal dan selaras dengan program Pemerintah Kota Makassar.
“Ada tim percepatan digitalisasi, jadi semua harus terkoneksi dengan baik. Jangan sampai berjalan sendiri-sendiri,” tambahnya.
Lebih jauh, Munafri juga menegaskan agar dalam kolaborasi program ini, Telkomsel mengutamakan arah pemberdayaan masyarakat dan manfaat jangka panjang, bukan orientasi komersial semata.
“Kita dorong dulu manfaatnya. Pemberdayaan masyarakat harus di depan. Kalau komersialnya di depan, biasanya program tidak akan bertahan lama,” tegasnya.
Munafri berharap penjajakan kolaborasi tersebut menjadi langkah awal kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Makassar dan Telkomsel dalam memperkuat ekosistem pendidikan berbasis digital yang berkelanjutan.(*)










