Pemkot Makassar Gali Potensi Produk Lokal Lewat Localistic Trade Fest 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus memperluas ruang bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menggaungkan pentingnya memperkenalkan produk UMKM Makassar ke kancah nasional hingga internasional.

Melalui ajang Localistic Trade Fest 2025 yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Makassar, Sabtu (11/10/2025), di Rooftop Nipah Park, semangat untuk memajukan UMKM dan kuliner khas Makassar kembali bergema.

Munafri menegaskan, komitmennya dalam mendorong produk lokal agar bisa menembus pasar internasional.

“Dengan adanya kegiatan ini, bentuk komitmen Pemerintah Kota hadir memberikan dukungan penuh, bahwa produk lokal UMKM Makassar layak bersaing di panggung dunia,” ujar Munafri.

Even pameran UMKM ini, menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mempromosikan kuliner, kerajinan, dan produk lokal ke level pasar global.

Kegiatan ini menampilkan 25 tenant yang memadukan unsur kuliner, kerajinan, serta berbagai produk lokal unggulan Kota Makassar. Berlangsung selama dua hari.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan kreativitas dan potensi daerah.

Ia menekankan bahwa produk lokal Makassar harus mampu menunjukkan bahan baku yang bernilai global, sehingga dapat meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini harus memperlihatkan bahwa produk lokal Makassar punya kualitas global, supaya putaran ekonomi di daerah bisa lebih maksimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” imbuh Appi.

Mantan Bos PSM itu juga berharap Localistic Trade Fest menjadi embrio pengembangan budaya lokal yang berkelanjutan. Dia mendorong agar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Makassar, memiliki” duta lokal” yang dapat menjadi wajah promosi produk Makassar ke berbagai daerah dan bahkan luar negeri.

“Kita perlu punya duta lokal, sosok yang bisa tampil membawa brand Makassar ke mana saja. Tidak harus berjuang sendirian, tapi selalu tampil dengan bangga mengenakan produk lokalnya,” katanya.

Baca Juga :  Peringati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53 tahun, TP PKK Kota Makassar Gelar Gebyar PKK

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pengembangan produk lokal tidak hanya terbatas pada sektor fesyen, tetapi juga mencakup kuliner, kerajinan, dan produk-produk kreatif lainnya.

Menurutnya, pelaku UMKM harus diberi ruang lebih besar untuk tampil sejajar dengan brand besar agar produk Makassar semakin dikenal.

“Kalau kita ingin memajukan produk lokal, maka kita harus memberi mereka panggung di depan, bukan hanya pelengkap. Ini harus jadi tradisi baru yang menumbuhkan kebanggaan terhadap produk sendiri,” tegasnya.

Dalam kebijakan ekonomi daerah, Munafri mengungkapkan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat porsi belanja daerah bagi produk lokal.

Politisi Golkar itu menjelaskan, bahwa dalam alokasi APBD, Pemkot tengah berupaya mengarahkan 50 persen belanja daerah untuk produk lokal, dan setengah dari porsi tersebut diperuntukkan bagi pelaku UMKM.

“Kita ingin putaran anggaran daerah kembali ke masyarakat. Dengan begitu, pelaku usaha lokal yang berjuang bisa naik kelas dan semakin mandiri,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Munafri mengajak para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing produk agar bisa menembus pasar nasional hingga internasional.

Orang nomor satu Kota Makassar itu optimistis, semangat kolaboratif seperti yang dihadirkan dalam Localistic Trade Fest dapat menjadi awal dari gerakan besar ekonomi kreatif di Kota Makassar.

“Teruslah berinovasi, naikkan kualitas, dan banggakan brand lokal kita. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan membuka jalan bagi produk-produk Makassar untuk tampil di panggung dunia,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Kepala Disdagin Kota Makassar, Evi Aprialti, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menunjukkan karya terbaik mereka.

Menurutnya, Localistic Trade Fest bukan hanya ajang pameran, tetapi juga wadah untuk menggali kembali nilai-nilai tradisional dan kekayaan budaya lokal Makassar.

Baca Juga :  Pastikan Pemudik Sehat, Wawali Makassar Buka Posko Mudik BPJS Kesehatan 2026

“Localistic Trade Fest ini menggali kembali potensi produk-produk lokal. Kami ingin masyarakat tahu bahwa Makassar memiliki banyak produk unggulan yang bisa bersaing dan dipasarkan lebih luas,” ujarnya.

Evi menyebut, sebanyak 25 UMKM dan industri kreatif kerajinan terpilih mengikuti kegiatan ini setelah melalui proses kurasi yang ketat oleh tim Disdagin Makassar.

Mereka berasal dari berbagai sektor, seperti kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kreatif khas Makassar.

“Peserta yang tampil di sini adalah hasil kurasi kami. Mereka merupakan pelaku usaha yang sudah menunjukkan kualitas dan nilai tambah pada produk mereka,” jelasnya.

Selain menjadi ajang promosi, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi bisnis antara pelaku UMKM dengan pihak swasta, serta memperluas jaringan pemasaran hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Ia berharap dari kegiatan ini, akan muncul produk-produk lokal yang bisa matching business dengan pasar yang lebih besar.

“Kami ingin masyarakat, baik di Makassar maupun luar daerah, semakin mengenal dan menggunakan produk lokal kita,” tuturnya.

Evi menambahkan, Disdagin Makassar menaruh perhatian besar terhadap keterlibatan generasi muda dalam pengembangan produk lokal.

Bahkan dia menilai, kalangan muda memiliki potensi besar untuk menciptakan inovasi dan memperkuat branding produk Makassar.

“Kita harus membudayakan kepada generasi muda, agar mereka tahu dan bangga bahwa produk lokal Makassar sebenarnya lebih bagus dari produk luar,” katanya.

Beragam produk lokal yang ditampilkan dalam Localistic Trade Fest 2025 antara lain kuliner kemasan khas Makassar, kerajinan tangan, aksesori, dan batik lokal.

Salah satu yang menarik perhatian adalah batik produksi perajin lokal Batik dari kawasan Batangase–Moncongloe.

“Melalui kegiatan ini, kami Pemerintah Kota Makassar berharap geliat UMKM terus tumbuh dan menjadi pilar utama ekonomi kita Makassar agar berdaya saing,” harapnya.

Berita Terkait

Badko HMI Sulsel: Luwu Timur Sedang Mempertontonkan Krisis Negara Hukum, Bupati dan Sekda Harus Diperiksa
Bapenda Makassar Hadirkan PAMUNGKAS, Cek Data hingga Bayar PBB-P2 Kini Bisa dari Genggaman
BPBD Makassar Daftarkan SIGAP PESISIR ke IGA 2026, Respons Bencana Makin Cepat
600 Anak Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, Jadi Ruang Ekspresi dan Kreativitas Anak Makassar
Riset Advokasi HMI Sulsel: BPKP Tegaskan Pengawasan Berdasarkan Kewenangan, Dukungan Penyempurnaan Tata Kelola PSN
Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026: Pemilahan Sampah Wajib Dimulai dari Sumber
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Resmi Buka Sao Raja Tana Daeng Festival 2026
Akan Tempuh Jalur Hukum, Auditor KONI: APAK & GRH Jangan Kaitkan Nama Wali Kota dengan Dana Hibah

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:41 WIB

Badko HMI Sulsel: Luwu Timur Sedang Mempertontonkan Krisis Negara Hukum, Bupati dan Sekda Harus Diperiksa

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:01 WIB

Bapenda Makassar Hadirkan PAMUNGKAS, Cek Data hingga Bayar PBB-P2 Kini Bisa dari Genggaman

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:47 WIB

BPBD Makassar Daftarkan SIGAP PESISIR ke IGA 2026, Respons Bencana Makin Cepat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:35 WIB

600 Anak Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, Jadi Ruang Ekspresi dan Kreativitas Anak Makassar

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:35 WIB

Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026: Pemilahan Sampah Wajib Dimulai dari Sumber

Berita Terbaru