TP PKK Kota Makassar Gelar Kajian Islam, Angkat Tema Kewajiban Menuntut Ilmu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hierarkinews, MAKASSAR – TP PKK Kota Makassar kembali menggelar Kajian Islam bulanan dengan tema “Kewajiban Menuntut Ilmu Bagi Muslim, Untuk Diri dan Umat” di Masjid Agung 45 Makassar, Jumat (19/9/2025).

Kegiatan yang menjadi agenda rutin Pokja I TP PKK Makassar ini dihadiri para kader PKK dari berbagai kelurahan dan kecamatan se-Kota Makassar.

Kajian dibuka oleh Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar, Syahriati A. Syahrum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur karena kajian Islam bulanan bisa terus terlaksana dengan baik dan konsisten.

“Alhamdulillah, dengan lima hari rangkaian kegiatan nantinya, kita berharap apa yang kita dapatkan akan mendatangkan ridho serta kemampuan utama dari Allah SWT,” ujarnya.

Syahriati mengatakan tujuan kajian ini adalah untuk memperkuat pemahaman agama di kalangan kader PKK, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Dengan ilmu agama yang baik, diharapkan kader mampu menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat.

“Ilmu yang kita dapatkan jangan berhenti pada diri kita saja, tapi juga harus kita sampaikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan begitu, manfaatnya lebih luas,” tambahnya.

Baca Juga :  Festival Keberkahan Kurban Bosowa Peduli Resmi Dibuka, Appi: Jadi Inspirasi Kolaborasi Sosial

Melalui kegiatan ini, Ia mengatakan TP PKK Kota Makassar berharap agar seluruh kader semakin memahami kewajiban menuntut ilmu, mampu mengamalkannya, serta menjadi penyebar manfaat bagi keluarga dan lingkungan.

Kajian Islam kali ini menghadirkan dua pemateri, yakni Ustadz Musaffir dan Ustadzah Astary Resmayanti. Ustadz Musaffir memulai sesi kajian dengan membahas pentingnya menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang yang memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya akan merugi. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ilmu akan bernilai jika diamalkan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menekankan pentingnya ilmu. Dengan mengamalkan ilmu, seorang muslim akan mendapatkan keteduhan hati, pahala besar, serta petunjuk menuju jalan yang lurus.

“Bukankah kita semua ingin mendapat petunjuk dari Allah SWT dan meraih surga firdaus yang penuh keindahan? Semua itu bisa kita capai jika iman kita disertai dengan amal saleh yang berlandaskan ilmu,” jelasnya.

Baca Juga :  Munafri-Aliyah Kompak Hadiri Festival Kokolojia Merdeka 2025

Setelah itu, giliran Ustadzah Astary Resmayanti yang menyampaikan materi tentang ilmu tajwid. Ia menjelaskan bahwa tajwid sangat penting untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an, terutama dalam hal pelafalan.

“Tiga hal yang harus diperhatikan dalam tajwid yaitu tempat keluarnya huruf, jenis dan sifat tiap huruf, serta hukum-hukum yang timbul dalam rangkaian kalimat Al-Qur’an,” tuturnya.

Astary menekankan membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar bukan hanya memperindah bacaan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap firman Allah. Hal ini merupakan amalan berpahala besar yang wajib dipelajari setiap muslim.

Ia kemudian menguraikan secara rinci hukum-hukum tajwid, termasuk makharijul huruf, sehingga peserta bisa memahami dengan lebih jelas bagaimana menerapkan kaidah tajwid dalam membaca Al-Qur’an.

Kegiatan kajian ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar materi, termasuk peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat yang sejalan dengan ajaran Islam.

Berita Terkait

NASMEDIA Sambut 1 Dekade dengan Gerakan Peduli Literasi, Dapat Dukungan Sekretaris Camat Panakkukang
Hadir di LKK Tingkat Nasional Maktim, Betty Epsilon Idroos Apresiasi Fokus Kajian Perempuan dalam Politik dan Demokrasi
Karang Taruna Kecamatan Panakkukang Gelar Aksi “Peduli Lingkungan”, Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan
Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026
Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026
Rembuk Pendidikan HMI Sulsel: Guru, Kepsek, Moral Siswa hingga Pangadakkang Jadi Sorotan
Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat
Appi Tekankan Kepala Sekolah Harus Adaptif, Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:15 WIB

NASMEDIA Sambut 1 Dekade dengan Gerakan Peduli Literasi, Dapat Dukungan Sekretaris Camat Panakkukang

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Hadir di LKK Tingkat Nasional Maktim, Betty Epsilon Idroos Apresiasi Fokus Kajian Perempuan dalam Politik dan Demokrasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Karang Taruna Kecamatan Panakkukang Gelar Aksi “Peduli Lingkungan”, Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

Berita Terbaru