Penulis: Talitha Melinda Utami, S.Ked

Hierarkinews, Palu Hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan utama, baik di tingkat global, regional, maupun nasional. Pada tahun 2019, prevalensi hipertensi terstandar usia (age-standardized) pada kelompok usia 30-79 tahun di dunia dan di Kawaan Asia Tenggara berturut-turut adalah 33,1% dan 32,4%. Di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi hipertensi adalah 34,1%.

Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu komplikasi yang berisiko bagi ibu dan janin. Kondisi ini dapat menyebabkan preeklamsia, eklamsia, kelahiran prematur, serta gangguan pertumbuhan janin. Faktor nutrisi, termasuk konsumsi kalsium dan vitamin D, telah dikaitkan dengan pencegahan hipertensi selama kehamilan.

Ny. D rutin meminum obat kalsium dua kali sehari, vitamin D dan tablet tambah darah. “Awalnya pasien tidak memperhatikan konsumsi obat selama kehamilan karena lupa dan tidak begitu memedulikan kesehatan pasien sendiri”. Tapi setelah dijelaskan dokter, saya jadi paham kalau pentingnya meminum obat agar mencegah terjadinya hipertensi dalam kehamilan ujar pasien.

Peran Kalsium dalam Kehamilan

Kalsium berperan penting dalam menjaga tekanan darah dengan membantu relaksasi pembuluh darah. Asupan kalsium yang rendah dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui pelepasan hormon paratiroid dan renin, yang menyebabkan vasokonstriksi. Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kalsium selama kehamilan dapat menurunkan risiko preeklamsia, terutama pada wanita dengan asupan kalsium rendah sebelum kehamilan. Penelitian yang dilakukan tim medis selama 6 minggu pada ibu hamil dengan hipertensi dapat menurunkan tekanan darah

Peran Vitamin D dalam Kehamilan

Vitamin D berperan dalam mengatur tekanan darah melalui pengaruhnya pada fungsi endotel dan sistem renin-angiotensin. Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang cukup dapat membantu menurunkan risiko preeklamsia dan hipertensi gestasional. Sebuah tinjauan literatur sistematis mengindikasikan bahwa suplementasi vitamin D dapat mengurangi risiko preeklamsia

Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Nosararamenunjukkan hasil positif. Ny. D, yang awalnya memiliki tekanan darah 150/100 mmHg, mengalami penurunan tekanan darah bertahap setelah enam minggu menjalani suplemen kalsium dan vitamin D. Berikut hasil pemantauan tekanan darah selama enamminggu:

Minggu 1: 150/100 mmHg
Minggu 2: 136/80 mmHg
Minggu 3: 133/87 mmHg
Minggu 4: 133/80 mmHg
Minggu 5: 128/81 mmHg
Minggu 6 : 129/77 mmHg

Strategi Pendampingan Pasien Selain memberikan suplemen kalsium dan vitamin D, tim medis juga menerapkan beberapa strategi untuk meningkatkan kepatuhan pasien:

1. Edukasi Kesehatan: Pasien dan keluarganya diberikan pemahaman tentang factor resiko dan komplikasi hipertensi dalam bentuk leaflet dan video promosi
2. Kalender Edukasi: Pasien dapat mencatat jadwal minum obat dan hasil tekanan darah harian.
3. Monitoring mandiri tekanan darah: memberikan pasien alat tensimeter digital di rumah agar mereka dapat memantau tekanan darah secara rutin.
4. Keterlibatan keluarga dalam dukungan sosial: Pentingnya  dukungan  keluarga  bagi  kepatuhan  pengobatan  pasien hipertensi.

Harapan kedepan

Dengan mempertimbangkan bukti ilmiah yang ada, konsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup selama kehamilan perlu diperhatikan sebagai bagian dari strategi pencegahan hipertensi dalam kehamilan. Pemberian edukasi kepada ibu hamil mengenai pola makan sehat serta suplementasi yang tepat dapat membantu mengurangi angka kejadian hipertensi dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi.

Tips Penanganan dan Pencegahan Puskesmas Nosarara

Penanganan hipertensi dalam kehamilan mencakup pemantauan tekanan darah secara rutin, pola makan sehat dengan rendah garam, aktivitas fisik yang sesuai,mengurangi stres yang dapat mengancam atau merusak keseimbangan mental ibu serta penggunaan obat antihipertensi yang aman untuk ibu hamil. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat sebelum dan selama kehamilan, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala untuk mendeteksi potensi komplikasi sejak dini.

Dengan pemeriksaan rutin, pengobatan yang tepat, serta perubahan gaya hidup sehat, risiko komplikasi hipertensi pada kehamilan dapat diminimalkan. Salam Sehat.