Hierarkinews, SOPPENG — Memasuki usia ke-79 tahun, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali menegaskan eksistensinya sebagai organisasi kader yang berlandaskan nilai keislaman dan keilmuan. Milad HMI tahun ini dimaknai bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi kolektif untuk menata ulang komitmen perjuangan serta memperkuat integritas kader di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Bendahara Umum HMI Cabang Soppeng, Andi Ahmad Fuad, menyampaikan bahwa perjalanan panjang HMI sejak didirikan pada 5 Februari 1947 merupakan bukti historis kontribusi nyata HMI dalam melahirkan kader-kader umat dan bangsa. Namun demikian, ia menekankan bahwa usia yang matang harus diiringi dengan kedewasaan berpikir dan konsistensi dalam mengamalkan Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI.
“Milad ke-79 ini harus menjadi ruang muhasabah bagi seluruh kader. HMI lahir dari kegelisahan intelektual dan tanggung jawab moral terhadap umat dan bangsa. Maka kader HMI hari ini dituntut untuk terus menjaga komitmen keislaman, keindonesiaan, serta integritas pribadi dan organisasi,” ujar Andi Ahmad Fuad.
Ia menilai bahwa tantangan terbesar kader HMI saat ini bukan hanya persoalan eksternal, tetapi juga ujian internal berupa degradasi idealisme, pragmatisme, dan sikap oportunistik yang berpotensi menjauhkan kader dari cita-cita luhur organisasi. Oleh karena itu, penguatan integritas kader menjadi agenda penting yang harus terus dirawat melalui proses kaderisasi yang berkesinambungan dan berkualitas.
Menurutnya, integritas merupakan ruh perjuangan HMI. Tanpa integritas, kecerdasan intelektual akan kehilangan arah dan keberanian moral akan mudah tergadaikan oleh kepentingan sesaat. Kader HMI, kata dia, harus tampil sebagai insan akademis yang kritis, insan pencipta yang solutif, serta insan pengabdi yang berpihak pada nilai keadilan sosial.
Lebih lanjut, Andi Ahmad Fuad menegaskan komitmen HMI Cabang Soppeng untuk menjadikan Milad HMI ke-79 sebagai titik tolak penguatan gerakan intelektual kampus, konsistensi sikap kritis terhadap ketimpangan sosial, serta keberanian dalam menyuarakan kebenaran tanpa kehilangan etika dan adab intelektual.
“Menjadi kader HMI berarti siap memikul tanggung jawab sejarah. HMI harus tetap independen, tidak larut dalam kepentingan sempit, dan terus berdiri di barisan nilai. Inilah makna sejati perjuangan yang harus kita rawat bersama,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Andi Ahmad Fuad berharap agar HMI di usia ke-79 tahun semakin kokoh sebagai organisasi kader yang berkarakter, berintegritas, dan konsisten memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridai Allah SWT. Milad ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh kader untuk terus menjaga marwah organisasi dan menghidupkan kembali spirit perjuangan HMI di ruang-ruang kampus dan pengabdian sosial.










